Rabu, 8 July 2020

Terkait Pencegahan Pemaparan Covid-19,

Bupati Asahan Laporkan Situasi Terkini kepada Gubsu


#jaka, asahan

Wabah Covid-19 (Corona Virus Disease) yang merupakan pandemi global mematikan menjadi viral setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan dan mengimbau negara-negara di dunia untuk melakukan Physical Stanching/Social Stanching bahkan lockdown.

Di Indonesia, Presiden Joko Widodo sampai saat ini belum mau melakukan lockdown terhadap serangan Covid-19 karena dianggap masih wajar dan belum membahayakan. 

Sejauh ini, Presiden Jokowi mengimbau kepada Pemerintah daerah untuk tetap tenang dan melakukan pencegahan- pencegahan dengan mengutamakan menjaga kesehatan dan memperkuat daya tahan tubuh dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan bervitamin. 

Tak luput dari heroik Covid-19, Pemerintah Daerah Kabupaten Asahan terus melakukan pemantauan dan pencegahan terhadap wabah mematikan itu dengan kenyediakan Sanithezer dan melakukan penyemprotan desinfektan di berbagai tempat umum seperti Rumah Ibadah, perkantoran dan rumah sekolah. 

Selain itu, Pemkab Asahan juga melakukan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dengan melaksanakan kerja, belajar dan beraktifitas di rumah dengan mengurangi aktifitas di luar yang tidak begitu penting serta menghindari kerumunan massa. 

Demikian laporan Bupati Asahan kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu)  Edy Rahmayadi, Selasa (24/3/2020) melalui Video Conference di Ruang Command Center Kantor Bupati Asahan.

Bupati juga melaporkan situasi terkini terkait Covid -19 di Kabupaten Asahan, bahwa hingga Selasa 24 Maret 2020, Kabupaten Asahan masih stabil, aman dan terkendali alias nihil suspect Corona, kendati ada 142 orang masuk dalam kategori ODP, 6 orang sakit dalam pemantauan dan 136 orang lainnya sehat berdasarkan analisa tim Gugus Tugas.

Begitupun, Bupati menyampaikan, pihaknya tetap melakukan pencegahan dan pemantauan bersama TNI, POLRI, MUI, FKUB, IMTAQ, masyarakat dan perkembangannya akan terus dilaporkan kepada Gubernur dan pihak-pihak tertentu guna mengetahui situasi lanjutan. 

“Selain itu, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan pihak rumah sakit dan puskesmas melakukan pendataan secara riil tentang warga yang baru datang dari luar negeri atau dari daerah yang terjangkit Covid-19,” tambah Bupati.

Gubernur Sumut, Eddy Rahmayadi langsung menyahuti akan mengutus tim Provinsi Sumut untuk melakukan pengecekan ke daerah untuk rumah sakit rujukan yang layak dengan peralatan medis yang sesuai dengan standar dalam penanganan Covid-19.

Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, masyarakat yang digolongkan sebagai ODP cukup pesat perkembangannya. “Dari kondisi tersebut, masih banyak masyarakat kita yang belum patuh, belum menaati imbauan dan arahan dari kita semua,” ujarnya. “Hal ini membuat semakin besar jumlah individu yang tidak dapat kita pantau, sebab tidak dapat dipastikan apakah orang-orang ini termasuk ODP atau PDP,” kata Gubsu.

Turut mendampingi Bupati Asahan, Sekdakab Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos, M.Si, PLt. Kepala Dinas Kesehatan Drs. Jhon Hardi Nasution, Kadis Kominfo H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si. ***