Kamis, 21 November 2019

Tangkap Pengusaha Pabrik Minyak Makan Sinar Mas Belawan


#hendrik-rompas, belawan

Pemerintah Republik Indonesia melalui Propinsi Sumatera Utara dan Pemko Medan harus menindak tegas PT Sinar Mas yang melakukan pencemaran laut serta masyarakat yang bermungkim dipesisir pantai dan nelayan Selat Malaka.Yang jelasnya! Akibat tumpahnya minyak makan milik PT Sinar Mas yang jumlahnya puluhan ton tetsebut sudah mencemari laut dan dermaga 105 Ujung Baru Pelabuhan Belawan dan pengusaha tambak ikan, Kepiting maupun Undang.

Jangan mentang mentang PT Sinat Mas pengusaha besar dan banyak uangnya semua bisa diatutnya sesuka hatinya dan seenak isi perutnya. Petbuatan PT Sinar Mas tetsebut telah melanggar ketetuan Lingkungan Hidup BLH.Menurut ketua Aliansi Selat Maka,Abdul Rahman,menurut Pasal l angka 14 UUD No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan Hidup.(UUPPLH)adalah masuk atau dimasukkannya Mahluk Hidup oleh kegiatan Manusia sehingga melampaui baku Lingkungan  Hidup yang telah ditetapkan Pemetintah Republik Indoneasi kata Absul Rahman.Pada dasarnya,setiap perusahan yang melakukan pencemaran dan atau perusakan Lingkungan Hidup wajib melakukan penanggulangan pencemaran dan atau kerusakan serta melakukan pemulihan Lingkungan Hidup dan Ekosistemnya.

Ketua Aliansi Selat Malaka,Abdul Rahman telah melaporkan kasus pencemaran tetsebut ke Ditpolairud Polda Sumatera Utara untuk segeta menangkap pelakunya PT Sinar Mas.

Masih menutut Abdul Rahman,pencemaran tersebut bukan hanya diperairan Belawan saja tapi derrrmaga ujung Baru juga sudah tercemar.

Ppabriknya yang ada di Jalan Raya juga ikut mencemari perumahan warga sekitar karena abunya bila malam hari berterbangan dan ampas abunya jatuh diatas atap seng mereka berwarna hitam pekat tersebut membuat warga sakit sakitan..

Lain lagi limbah cair yang berwarna Hitam pekat yang dibuang kesungai dikawasan belakang pabriknya milik PT Sinar Mas dikawasan  Jalan Raya Pelabuhan Belawan. Pembuangan limbah yang berwarna hitam pekat seperti Lengkong tersebut sudah bertahun tahun dilakukan oleh perusahan raksasa tersebut. ***

Foto minyak makan yang tumpah mencemari masyarakat pesisir pantai dan nelayan Selat Malaka. (*)