Jumat, 19 April 2019

Setelah Ditebus Rp 2,5 Juta Anggota Dewan

RS Delima Bebaskan Bayi Kembar yang Disandera


#hendrik-rompas, belawan

Dua bayi kembar yang disandera rumah sakit Delima Martubung selama 3 hari sudah dibebaskan pada Jumaat sore (18/01/2018) setelah ditebus Rp 2,5 juta rupiah.

Pembebasan kedua bayi kembar anak pasangan,Riswan dan Eka Rahmadani ini setelah ditebus sebesar Rp 2,5 juta rupiah oleh salah seorang anggota DPRD Medan,Mulia Astri Rambe alias Bayek bersama istrinya pada Jumat sore.

Menurut keterangan kedua orang tua bayi kembar anak pasangan Riswan dan Eka Rahmadani ditebus oleh anggota DPRD Medan karena bapak dan ibu tersebut mendapat infomasi pemberitaan dari inimedanbung.com.

Sementara itu menurut berbagai sumber yang tidak bersedia disebutkan jati dirinya mengatakan bahwa kasus penyanderaan bayi dirumah sakit Delima Matubung bukan ini yang pertama sekali tapi sudah berulang kali jelas sumber tersebut.

Sekedar untuk diingat,pada hari Senin tanggal 14 Januari 2018 istri dari Riswan mau melahirkan bayinya di rumah sakit Delima Martubung menggunakan kartu BPJS. Setelah Eka Rahmadani melahirkan anaknya yang kembar maka pihak rumah sakit meminta kepada ibu si bayi agar kedua bayi tersebut  dibuatkan BPJS.

Setelah kartu BPJS kedua bayi kembar tersehut dari kantor BPJS Medan maka pihakbrumah sakit mengatakan bahwa kartu BPJS tersebut tidak berlaku lagi karena sudah lewat waktu.Saat orang bayi kembar tersebut mau membawa pulang kedua anak kembar dilarang oleh suster rumah sakit Delima Martubung dengan alasan,bisa saja kedua bayi kembar tersebut dibawa pulang tapi harus membayar uang atministrasi sebesar Rp 2,5 juta rupiah.

Orang tua bayi kembar ini merasa heran mengapa bayi mesti membayar uang sebanyak itu padahal istrinya melahirkan dirumah sakit Delima Martubung menggunakan kartu BPJS yang dibuat oleh Pemerintah. ***

Foto kedua bayi kembar yang disandera rumah sakit Delima Martubung. ***