Kamis, 15 November 2018

Reses, Tak Ada Dewan Tanggapi Aspirasi

Buruh Tuntut UMP Naik 25 Persen


#jack, medan

Seratusan buruh Sumatera Utara menggelar aksi demo di depan gedung DPRD Sumut, Senin (29/10/2018), menuntut kenaikan upah minimum masyarakat (UMP) tahun 2019 naik 20 persen hingga 25 persen. Mereka menolak kenaikam yang disepakati 8,03 persen. Aspirasi buruh tersebut tak dapat tanggapan dari anggota dewan sebab sedang melaksanakan kegiatan reses di daerah pemilihan masing-masing. 

Para buruh tersebut sempat menyisir ke dalam gedung DPRDSU dan memasuki beberapa ruang komisi untuk memastikan keberadaan dewan, namun tak ada dewan yang dijumpai hingga kembali menggelar aksi di depan gerbang sembari menunggu perwakilan sekretariat DPRDSU menerima aksi mereka. 

Tak lama setelah itu, Kabag Informasi dan Protokoler DPRDSU, Beni Miraldi SH mendatangi massa dan menerima aksi buruh tersebut. Ia menjelaskan anggota dewan tercatat sejak Minggu (28/10) melaksanakan kegiatan reses ke dapil masing-masing. 

Sekretsris FSPMI Sumut, Toni Rikson Silalahi menyampaikan kekecewaannya karena tidak ada anggota dewan yang menerima aspirasi mereka. Ia berharap aspirasi dapat ditampung langsung oleh Ketua DPRDSU, Wagirin Arman. Namun justru tidak ada satu pun anggota dewan yang menerima aspirasi tersebut. 

"Kami menuntut soal upah, per tanggal 1 November 2019, seluruh gubernur hanya menaikkan UMP 8,03 persen, kami minta wakil rakyat kami menolak kenaikan upah segitu. Kami minta agar upah minimum di Sumut dinaikkan 20 hingga 25 persen. Kami juga meminta ahar DPRDSU menyampaikan aspirasi kami, meminta agar PP 78 tentang pengupahan dicabut. Upah merupakan jantung kehidupan buruh," katanya. ***