Minggu, 22 October 2017

Resepsi Hari Kebangsaan RRT ke-68

Kuatkan Kemitraan Strategis Antara Sumut dan Tiongkok


#jack, medan

Bagi Indonesia khususnya Sumatera Utara, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) merupakan mitra kerjasama sangat penting di berbagai bidang. Karenanya iklim investasi investasi yang bersahabat bagi investor asing terus ditingkatkan.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) HT Erry Nuradi dalam sambutannya pada Resepsi Perayaan Hari Kebangsaan ke-68 Beririnya Republik Rakyat Tiongkok di Hotel Grand Aston Medan, Selasa (26/9) malam. Hadir diantaranya Konjen RRT di Medan Sun Ang, Konsul Amerika Serikat Juha P Salin, Konjen Jepang Takashi Ishii, Konjen Singapura Mark Low, Konsul Kehormatan Belanda Ony Hindra Kusuma, Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin dan Staf Ahli Gubernur Binsar Situmorang.

Kemitraan antara Sumut dan RRT sudah berjalan dengan baik selama ini, dan telah ditingkatkan melalui pembentukan asosiasi provinsi bersaudara antara pemerintah provinsi (Pemprov) Sumut dengan Provinsi Guangdong. Seperti bidang ekonomi, atas ekspansi investasi berbagai perusahaan RRT, Erry menyampaikan terimakasih karena negara tersebut masih menaruh perhatian besar.

"Hal ini tercermin dari 13 perusahaan berasal dari RRT berinvestasi di Sumut, antara lain pada proyek Jalan Tol Medan-Kualanamu, proyek Pembangkit Listrik 2X150 Mw di KIM dan Pembangkit Listrik tahap 1 sebesar 2X250 MW Pangkalan Susu. Saya berharap ini dapat dilanjutkan di masa mendatang," ujar Erry.

Kerjasama ini menurut Gubernur, tidak hanya menguntungkan bagi kedua negara saja, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi kawasan dan dunia internasional. Karenanya Ery berharap momentum peringatan hari kebangsaan ke-68 tahun berdirinya RRT, dapat memperkuat kemitraan strategis antara Sumut dengan negara tersebut di berbagai bidang.

Sementara Konjen RRT di Medan Sun Ang mengatakan bahwa perayaan ini adalah yang pertama baginya sejak bertugas di Medan. Dirinya pun berterimakasih kepada seluruh pihak atas usaha kerjasama dan jalinan persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia, di mana pada 1 Oktober 1949 RRT berdiri dan sekitar 39 tahun memasuki masa reformasi.

"Saat ini Tiongkok sudah menjadi masyarakat ekonomi terbesar kedua di dunia memiliki industri manufaktur, hak paten dan perdagangan terbesar di dunia. Tahun ini adalah yang ke-67 tahun Tiongkok dan Indonesia telah membangun hubungan diplomatik di bawah pimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden RI Joko Widodo," sebutnya.

Pihaknya juga akan terus bekerjasama untuk memperluas dan memperdalam hubungan di berbagai bidang dan menciptakan masa depan yang lebih baik. Karenanya Sun Ang menyampaikan terimakasih atas perhatian Pemprov Sumut selama ini. ***