Selasa, 21 November 2017

Ratusan Aliansi Nelayan Selat Malaka Unjukrasa ke Konjen Malaysia


#hendrik-rompas

Ratusan nelayan tradisionil  yang tergabung di Aliansi Nelayan Selat Malaka, kota Medan dari Belawan dan sekitarnya  melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Konjen Malaysia Kamis (26/10/2017) pagi.

Para nelayan tradisional asal Belawan dan sekitarnya yang sendiri pria dewasa,wanita dan sejumlah anak anak ini berangkat ke kantor Konjen Malaysia yang ada di Medan menumpang Bus dan naik sepeda motor.

Tujuan mereka mendatangi kantor Konjen Malaysia agar Konjen Malaysia membebaskan suami atau ayah mereka yang ditangkap petugas Agen Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) sejak tanggal 15 Oktober 2017 yang lalu dan hingga kini belum dibebaskan.

Seratusan nelayan traditional tersebut saat akan berangkat menggelar sepanduk dan poster di Jalan Stasiun Kecaman Medan Belawan. Mereka minta kepada Pemerintah Malaysia segera membenarkan nelayan tradisionil sebanyak 12 orang yang ditangkap dikawasan Selat Malaka yang nasih bagian dari wilayah negara Indonesia.

Kordinator aksi unjuk rasa damai ini dipimpin oleh Awal Yatim dan teman temannya minta kepada Pemerintah Diraja Malaysia agar memenuhi kesepakatan bersama  Memorandum Of Understanding ((MOU). Nelayan tradisipnil yang ditangkap dan hingga kini masi ditahan di Malaysia tersebut menggunakan kapal tradisionil sebanyak 3 kapal yang masing masing kapal diawaki 4 orang dan jumlah seluruhnya 12 orang asal Jalan TM Pahlawan Belawan Lama Kelurahan Belawan l Kecamatan Medan Belawan.***

Foto para ibu ibu pengunjuk rasa.