Jumat, 22 November 2019

Petani Kubur Badan Aksi Tolak Pembersihan Lahan


#eka-malinda,binjai

Puluhan anggota kelompok petani Sinar Jaya yang tergabung dalam Forum Rakyat Bersatu (FRB) yang dipimpin koordinator Advocat FRB Joni Siregar melakukan aksi menguburkan badannya di sebuah lobang di lahan Desa Sei Semayang,Kecamatan Sunggal,Deli Serdang Sabtu (7/9/2019),sebagai bentuk aksi menolak Pembersihan Lahan oleh PTPN II. "Bahwa hukum di negeri ini sudah mati,karena tidak berpihak kepada rakyat,"ujar Joni.

Aksi ini juga didukung relawan mahasiswa dari Medan yang orang tuanya memiliki lahan.

Ketua FRB Sumut Abdin Zaini Sembiring menegaskan, Pembersihan lahan petani yang dilakukan pihak PTPN II dinilainya merupakan pelanggaran hukum,karena telah mengenyampingkan keputusan Presiden (Kepres) No.8 tahun 2018 yang menyatakan lahan yang sudah dikelola dan dikuasai masyarakat,harus diserahkan atau dibagikan kepada masyarakat. Selain itu,PTPN II dinilai juga telah mengangkangi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A DPR RI tahun 2012 yang dihadiri Gubernur Sumut,Kapoldasu,Pangdam,Kajatisu,Kepala BPN Sumut dan FRB.Hasil kesimpulannya, tidak ada lagi pembersihan lahan petani.Kesimpulan tersebut, ditandatangani seluruh pimpinan di Sumut yang hadir dalam RDP.

"Namun keputusan itu dilanggar PTPN II dengan melakukan pembersihan lahan di Kelurahan Tunggurono,Binjai Timur pada Agustus 2019 lalu," ungkap Zaini Sembiring.

"Tidak ada kata-kata mundur,sekalian saya ingatkan kepada saudara-saudara kita bahwa hukum kita sudah mati.Hanya ada satu kata,lawan pembersihan lahan,"tegas Zaini.***

Foto : Koordinator Advocat FRB Joni Siregar Mengepal Tangannya Dalam Aksi Menguburkan Diri Dalam Tanah Sebagai Bentuk Menolak Penmbersihan Lahan Petani di Desa Sei Semayang.(Foto inimedanbung/Eka Malinda).