Sabtu, 22 September 2018

Periksa Unsur Tanah Underpass Titi Kuning!


#fey, medan
Longsornya tanah dalam pekerjaan proyek jalan underpass Titi Kuning Medan, beberapa waktu lalu, menuai reaksi. Dekan Fakultas Biologi Universitas Medan Area (UMA), DR Mufti Sudibyo menyarankan pihak terkait untuk memeriksa unsur tanah di lokasi dimaksud.

“Besar kemungkinan, unsur tanah di lokasi itu tidak dihitung sebelum konstruksi dibangun, sehingga terjadi longsor. Tanah di kawasan itu unsurnya berpasir. Saat hujan deras, tanahnya tergers air hujan, sehingga kemungkinan bagian bawah konstruksi menjadi lemah,” ungkapnya di Medan, Kamis (13/9/2018).

Ia mengklaim, kondisi aliran air di bawah underpass Titi Kuning minim. Bila debit air berlebih, maka akan menyebabkan pondasi underpass menjadi lemah. "Satu minggu lalu saya melintas di kawasan pekerjaan proyek underpass Titi Kuning. Saya sempat bilang ke istri bahwa akan longsor. Saya melintas dari jalan itu mau menjemput keluarga pulang dari melaksanakan ibadah haji," sebutnya yang saat itu didampingi Kabag Humas UMA, Ir Asmah Indrawati MP.

Ia memperkirakan, tidak lancarnya saluran air di bawah underpass Titi Kuning menjadi salah satu faktor terjadinya longsor. "Jika saluran lancar, saya kira itu tidak terjadi. Air yang terlalu lama menggenang dibawah konstruksi cor yang berat sekali, akan membuat struktur tanah lembek sehingga terjadi longsor," tuturnya.

Kendati pekerjaan proyek underpass dilakukan perusahaan yang telah diakui dan profesional, namun Mufti tidak menyangkal bahwa tenaga profesional berpeluang melakukan kesalahan. "Tenaga profesional pasti ada kesalahannya itu. Dari 100 persen pekerjaan yang dilakukan, ada dua sampai tiga persen terjadi seperti ini (underpass Titi Kuning, red). Ini adalah diluar perhitungan jangkauan normal istilahnya karena struktur tanah underpass Titi Kuning berbeda dengan tempat lain," paparnya.

Ia menyarankan, pekerjaan proyek underpass tersebut dibongkar ulang agar peristiwa yang sama tidak terjadi lagi. "Pekerjaan harus diulang dari awal, konstruksi baru dengan perhitungan baru lagi, dan pondasi untuk tiang pancangnya agar lebih dalam lagi," imbuhnya. ***