Kamis, 9 July 2020

Penumpang Kapal Kelud Membludak Calo Tiket dan Pencopet Merajalela


>>hendrik-rompas, belawan

Kapal Kelud saat berangkat ke Jakarta pada Selasa 08 Januari 20013 melalui Pelabuhan Belawan penumpangnya membludak diperkirakan hampir 7000 orang lebih sementara itu petugas Sahbandar dan pihak peragenan PT Pelni hanya mengatakan bahwa penumpangnya hanya sekitar 4000 orang lebih .

Pada Selasa 08 Januari 2013 sekitar pukul 07.00 wib Terminal penumpang Pelabuhan Belawan sudah dipadati oleh para penumpamh kapal Kelud , untuk menghidari menumpuknya para penumpang yang akan naik keatas kapal Kelud maka petugas Sahbandar dan petugas PT Pelni langsung membuka pintu menuju keruangan tunggu kelas ekonomi dan pintu utama .

Para penumpang yang jumlahnya ribuan orang ini l;angsung masuk kedalam ruangan tunggu Terminal Penumpang , namun didalam ruangan tunggu ini para penumpang itu tidak nyaman karena ruangan tunggu itu Acnya tidak berpungsi dan bauk didalam ruangan itu membuat sesak napas sehingga para penumpang berteriak teriak karena kepansan .

Meliha para penumpang banyak hesteris terutama anak anak , maka petugas Sahbandar dan petugas PT Pelni langsung membuka pintu keluar menuju kedermaga dan langsung memerintahkan para penumpang naik keatas kapal Kelud .

Pengamatan wartawan di Pelabuhan Belawan , ketika kapal KM Kelud mau berangkat ke Jakarta dan Batam terlihat para calo tiket kapal bebas menjual tiket kapal tampa nama sipenumpang , sementar para penumpang yang membeli tiket kapal tujuan ke Jakarta sicalo mematok harga setinggi langit .

Bila penumpang itu berangkat ke Jakarta tidak memiliki tiket ,maka para penumpang itu harus membeli tiket kepada calo sebesar Rp 450 ( empat ratus lima puluh ribu rupiah ) sedangkan para penumpang tujuan ke Batam harus membeli tiket kepada calo sebesar Rp 350 ( tiga ratus lima puluh ribu rupiah ) .

Sementara itu 3 orang penumpang kapal KM Kelud yang bermaksut berangkat ke Jakarta masing masing Junaidi Pangaribuan ( 35) warga Pematang Siantar , Sadikin (45) warga Tebing Tinggi dan Mangara Sidabutar warga Tanjung Balai Asahan terpaksa mengadu ke Polres Pelabuhan Belawan karena dompet berisi uang dan tiket yang disimpan didalam tasnya hilang .

Atas kejadian tersebut ke tiga orang calon pempumpang kapal KM Kelud ini terpaksa membatalkan keberangkatannya ke Jakarta . Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Drs Endro Kiswanto SH didampingi Kabak OPS H Suprayogi SH dan Kasat Reskrimnya langsung memberikan bantuan kepada ketiga orang yang kecopetan ini dan mengatarkannya kekapal agara bisa berangkat ke Jakarta. ***