Jumat, 10 July 2020

Pembangunan Ratusan Kios Dibadan Jalan Protokol Belawan Berlanjut


>> henri-rompas, belawan

PEMBANGUNAN ratusan kios pedagang dijalan protokol terus berlanjut dijalan Kapten Raden Sulian di inti kota Belawan yang telah dikondisikan oleh pihak Camat Medan Belawan. Munculnya bangunan untuk menampung ratusan pedagang dari Pasar Inpres dijalan Bunga yang akan direnovasi sempat di stop pembangunannya karena tanpa koordinasi oleh pihak Polsek Belaan dengan dipasang garis Polisi Line cukup lama.

Penyetopan dengan alasan munculnya bangunan ditenah badan jalan mengganggu arus lalin dan menambah kondisi jalan makin menyempit menimbulkan kemacetan berbagai kendaraan besar kecil dijalan Kapten Raden Sulian yang merupakan jalan protokol dai arah Medan ke inti kota dan kepelabuhan Belawan.

Berdasarkan rapat kesepakatan lanjutan, antara Muspika, pedagang dan unsur kemanan terkait, akhirnya pembangunan kios dibangun hingga sampai ditengah jalan protokol dirobah ukuranya lebih diperkecil (dimundurkan) semua direncanakan terdiri 2 kios muka belakang. Sebagai langkah lanjutan, bangunan dengan diperkceil ukurannya sekitar 120 cm/ kios.

Kalau semula bangunan dengan titik awal di simpang Jl. Serdang/ Jl. Jawa sepanjang 300 meter, kini bentuknya makin memanjang dengan dibangunnya didepan gudang merah dipinggir pagar tembok Pelabuhan.

Hal ini dibenarkan oleh Camat Medan Belawan Said Chaidir saat dikonfirmasikan baru – baru ini. Benar, pembangunan ratusan kios untuk menampung pedagang dari Pasar Inpres dalam pemindahan telah diberikan kupon/ nomor penampungan dengan di stempel PD. Dinas Pasar Medan.

Dari berbagai kalangan masyarakat di Kota Belawan maupun dari luar kota, melihat kondisi kota Belawan belakangan ini semakin terkesan kumuh dengan dikaitkan lagi adanya pembangunan dijalan protokol sungguh sulit untuk mendukung kebersihan dan keindahan, jelas menimbulkan rawan macet wajah Belawan makin kumuh dan jorok seperti dilontarkan Fahrul Ahmad, Sudarto, dan Jamiah seputar perkembangan Kota Belawan ditangan Camat Said Chaidir. ***