Jumat, 10 July 2020

15.000 Mahasiswa Unimed Tersinggung

Minta Pangdam I/BB Tegur Oknum Pimpinan Ormas FKPPI


>> jack, medan

Sedikitnya 15 ribu mahasiswa dan dosen Unimed (Universitas Negeri Medan) merasa tersingggung atas sikap Ormas FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Puteri TNI/Polri) Sumut yang terlalu jauh mencampuri, apalagi mendesak pencabutan nama salah satu gedung (Gedung H Hanif) di kampus mereka. Padahal penabalan nama H Anif terhadap gedung tersebut, dikarenakan atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.

Ketersinggungan ini diungkapkan Dosen FBS (Fakultas Bahasa dan Seni) Unimed Okky Gafaril, Senat Mahasiswa FBS Rudiansyah Siregar dan sejumlah aktivis mahasiswa Unimed Junaina, Nekstri, Dicky Novandi dan Ronggur Raja Doli kepada wartawan, Minggu (27/1) di Medan menanggapi aksi unjuk rasa Ormas FKPPI Sumut yang menuntut penncopotan nama H Anif dari salah satu nama gedung di Unimed.

“Pemberian nama H Hanif di salahsatu gedung di Unimed dikarenakan atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan memberikan sumbangsihnya membangun gedung tersebut. Apa salahnya jika ada orang yang mau membantu membangun gedung, kemudian kita memberikan penghargaan dengan menabalkan namanya menjadi nama gedung tersebut,” tegas Okky, Rudiansyah dan aktivis lainnya.

Sikap dan kepedulian para pengusaha untuk peningkatan pembangunan di dunia pendidikan, tegas Rudiansyah, patut didukung bahkan diharapkan akan muncul pengusaha-pengusaha lain seperti H Anif. Bagi Unimed, siapa saja yang ingin membantu membangun gedung tetap terbuka dan dipastikan tidak tertutup kemungkinan untuk menabalkan nama pengusaha tersebut manjadi nama gedung dimaksud.

“Makanya kita sangat kecewa atas aksi unjuk rasa Ormas FKPPI yang memprotes penabalan nama H Anif di salah satu gedung di Unimed. Seharusnya mereka bisa sebagai panutan bagi kami adik-adik mahasiswa, bahwa pengusaha atau tokoh di Sumut membantu dunia pendidikan merupakan sikap yang sangat mulia dan positif,” ujar Junaina, Novandi dan Ronggur Raja Doli.

Okky bahkan secara tegas menyatakan, keluarga besar civitas akademika Unimed sangat tersinggung atas aksi protes yang dilakukan massa FKPPI tersebut, sehingga para aktivis kampus, mahasiswa maupun dosen menyampaikan keberatannya dan menolak secara tegas pencabutan nama H Anif dari salah satu nama gedung di kampus mereka.

Sebagai bentuk ketersinggungan Unimed, tambah Okky, Dicky Novandi dan Ronggur Raja Doli, pihaknya meminta Pangdam I/Bukit Barisan untuk segera turun-tangan menegur pimpinan Ormas FKPPI Sumut yang diduga terlibat dalam aksi pengerahan massa ke gedung DPRD Sumut, karena sikap mereka dianggap telah mencederai dan melukai hati keluarga besar Unimed. "Kita berharap Pangdam I/BB sebagai pembina ormas tersebut untuk segera menegur dan memberikan tindakan tegas terhadap oknum pimpinan FKPPI Sumut yang melakukan aksi unjuk rasa ke DPRD Sumut, karena sikap dan tindakannya telah menimbulkan ketersinggungan kalangan mahasiswa dan pencinta dunia pendidikan," tambah Ronggur.***