Jumat, 20 October 2017

Gubsu Resmikan Ruang Katerisasi Jantung RSU Haji Medan


#jack, medan

Untuk meningkatkan layanan, Rumah Sakit Haji Medan kini memiliki Ruang Operasi Cathlab atau katerisasi jantung.  Gubsu Dr Ir H T Erry Nuradi MSi berkesempatan meresmikan Ruang Operasi Cathlab Rumah Sakit Umum Haji Medan, Sabtu (7/10) di RS Haji Medan. 

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Perki Prof Dr Haris Hasan, mewakili BPJS, para wakil direktur di lingkungan rumah sakit Haji, dan seluruh jajaran Rumah Sakit Haji Medan.

Gubsu Ir HT Erry Nuradi MSi mengatakan peresmian ruang Cathlab ini merupakan kemajuan bagi rumah sakit haji Medan yang saat ini dibawah Pemprovsu. “Mudah-mudahan dengan  diresmikannya ruang operasi Cathlab RSU Haji Medan yang telah lama ditunggu-tunggu masyarakat ini bermanfaat bagi,” ujar Erry.

Karena lanjutnya seperti diketahui masyarakat yang memerlukan tindakan di Cathlab cukup lama antriannya di beberapa rumah sakit yang ada. “Dengan adanya fasilitas cathlab di rumah sakit Haji ini  akan lebih mempermudah masyarakat mendapat pelayanan cathlab, dan mengurangi antrian,” kata Gubsu. Adalah suatu pelayanan yang di lakukan di laboratorium kateterisasi jantung & angiografi untuk menentukan Diagnostik penyakit jantung dan pembuluh darah dan untuk selanjutnya dilakukan Intervensi Non Bedah sesuai indikasi secara invasive melalui pembuluh darah dengan menggunakan kateter atau elektroda.

Erry pada kesempatan itu juga mengharapkan agar Rumah Sakit Umum Haji Medan untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, karena tentunya masih ada kekurangan-kekurangan. “Dengan manajemen yang baik dan integritas yang didukung oleh seluruh stakeholder termasuk juga dari para dokter, staf dan pegawai di RS Haji Medan. Diharapkan RSU Haji Medan ini menjadi salah satu RS andalan di luar Provinsi Sumatera Utara,” kata Gubsu.

Hal senada juga disampaikan Direktur Rumah Sakit Haji Medan dr Diah Retno W Ningtias MH dalam laporannya, bahwa sejak Rumah Sakit Umum Haji ini beralih ke Pemprovsu banyak perubahan-perubahan kearah yang lebih baik seperti renovasi rawat jalan, rawat inap, ICU, hemodialisa dan lain sebagainya. “Sehingga saat ini rumah sakit haji tidak kalah dengan rumah sakit-rumah sakit swasta karena alatnya sudah di penuhi oleh pemprovsu,” ujar Diah

Begitu juga dengan SDM yang ada pada saat ini. Dokter PNS dengan berbagai spesialis keahlian sejumlah 42 orang. Dokter umum 12 orang. Dan dokter spesialis non pns 54 orang, dokter umum 9 orang. Pengawai PNS 76 orang dan non PNS 428 orang yang dibiayai melalui pendapatan swakelola.

Untuk mengembangkan RSU Haji Medan dr Diah mengharapkan Pemprovsu melalui Dinas Kesehatan Provinsi Utara dapat menempatkan dokter PNS yang sub spesialis seperti ahli mata, digestif, ahli jiwa, ahli jantung, bedah gigi dan mulut. “Dengan semakin lengkapnya dokter spesialis dan sub spesialis maka rujukan pasien dari daerah semakin banyak, demikian juga pasien yang dirujuk keluar rumah sakit semakin sedikit,” sebutnya.***