Kamis, 2 July 2020

Akibat Sekap Bayi dan Ibunya, Markas dan Mobil Preman Dibakar


#jack, langkat

Ratusan warga Dusun ll Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Jumat (10/1/2020) malam satroni Gubuk Markas Preman berinisial A.Walau tak berhasil menemukan para preman dimaksud, namun 3 orang anggotanya dihajar massa yang sudah terlanjur emosi.

Aksi amuk massa dan main hakim dengan hukum masyarakat yang berjumlah ratusan orang bukan tak beralasan. Selama ini, menurut warga, A memang dikenal masyarakat disana sudah sangat meresahkan. Puncaknya, A dan beberapa anggotanya melakukan penyanderaan terhadap Encak (28) dan anaknya Septiana, yang baru berusia 2 bulan. "Alasan penyanderaan yang dilakukan A dan teman temannya karena Suami Encak, memiliki hutang kepada A. Tapi itu menurut kami hanya sebagai alasan saja," beberapa masyarakat disana.

Parahnya lagi, penyanderaan ini sudah kali kedua. Sebelumnya A pada hari Jumat tanggal 10 Januari sekitar pukul 04.00 pagi,  juga menyekap Encak. "Ini kami lakukan secara Spontan. agar menjadi perhatian penegak hukum dan peristiwa atau aksi premanisme serupa tidak terulang lagi," kata warga.

Karena, hal ini tentu saja sudah tidak dapat ditolelir lagi oleh masyarakat. Belum lagi aksi pemerasan dan kejahatan lain yang dilakukan A dan kroni-kroninya. "Ini merupakan tindakan tegas kami untuk menyelamatkan dan menjawab segala kekesalan. Bayangkan saja, tega dia (A) menyandera bayi berusia 2 bulan itu. Dimanalah hati nuraninya," sebut warga dengan kesal.

Hingga akhirnya masyarakat berkumpul. Mereka menyatukan kekuatan, sekitar 700 orang massa melakukan penyerangan markas A. Sayang, massa yang sudah beringas tidak menemukan A. Karena A, sudah keburu kabur. Namun, mereka mendapati 3 orang yang diduga merupakan kaki tangan A.

Merekapun melampiaskan amarah mereka. Ketiga orang itu habis menjadi bulan-bulanan massa yang dibakar emosi. Tidak sampai disitu, gubuk yang selama ini menjadi markas A dan kroninya dibakar. Demikian juga dengan mobil jenis Taft Rocky, nopol BK 118 ZO,  dan Sepeda Motor milik A. "Pada waktu dibakar, Mobil taft milik A sedang di kendarai oleh Gojo (anggota A) hingga terluka," ucap beberapa warga.

Informasi yang berhasil dirangkum, kejadian bermula pada saat Encak mendatangi rumah Kades Tanjung Lenggang untuk melaporkan bahwa ia dan anaknya yang bernama Septiana, di jemput oleh Gojo (rekan A) dengan alasan untuk mengambil gaji Suaminya yang bernama Memet.

Tak berselanglama, sesampainya di Pantai Barokah yang berada di Dusun II Desa Tanjung Lenggang, cuaca hujan.

Karena hujan, akhirnya Encak yang membawa anaknya memutuskan kerumah Kades untuk mengetahui permasalahannya. Lalu, kades memerintahkan Kadus IV.

Guna mengetahui penyebabnya, akhirnya Kadus bersama masyarakat lainnya mendatangi Pantai Barokah dan bertemu dengan Gojo. Dalam pertemuan itu, Kadus menanyakan kepada Gojo terkait masalah itu.

Namun, bukannya dijawab oleh Gojo, ia malah mendatangi rumah Kades Tanjung Lenggang.

Sesampainya dirumah Kades, bukannya menemui sang Kades, Gojo malah menahan Encak dan Putrinya, dengan alasan karena Memet (suami Encak) sudah melarikan diri.

Amarah warga menjadi saat Encak bersama anaknya tidak diperbolehkan pulang kerumahnya. Bahkan, Kades Tanjung Lenggang juga meminta Gojo untuk segera memulangkan Encak dan anaknya, namun tetap tidak dihiraukan.

Akhirnya, Sabtu (11/1/2020) Dinihari, sekira Pukul 01.00 Wib, warga yang sudah marah mendatangi Markas A. Gojo yang saat itu dikabarkan ada dilokasi, akhirnya melarikan diri ke arah Pantai milik A yang berada di Dusun Semerti Baru.

Tak puas dengan hal itu, warga yang sudah berkumpul bergerak dari Simpang 3 Tanjung Lenggang, menuju Pantai milik A.

Ternyata benar, Gojo yang pada saat itu berada disitu, langsung menjadi sasaran warga. Tidak hanya itu, markas, Mobil dan Sepeda Motor juga dibakar massa. ***