Jumat, 19 April 2019

Sister City Medan & Gwangju Jadi Sorotan Media Korea


#wasgo, medan

Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menerima kunjungan Seulki Lee, seorang wartawan surat kabar dari Kota Gwangju, Korea Selatan di Balai Kota Medan, Jumat (1/2/2019). Selain bersilaturahmi, kunjungan itu dilakukan dalam rangka untuk mengetahui sejauh mana hubungan sister city (kota kembar) yang terjalin antara Kota Medan dengan Kota Gwangju sejak penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) yang dilakukan  tahun 1997.

Dalam pertemuan dengan Wakil Wali Kota, Seulki Lee menanyakan tentang bagaimana hubungan antara Kota Medan dengan Kota Gwangju bisa terjalin dengan baik. Wakil Wali Kota langsung menjelaskan, hubungan yang terjalin sejak tahun 1997 dibuktikan dalam bentuk diabadikannya nama Kota Gwangju sebagai nama salah satu jalan di Kota Medan tahun 2002.

Kemudian Wali Kota memaparkan lagi, hubungan baik tersebut bermula dari seringnya pertukaran pelajar antara Kota Medan dan Kota Gwangju. Selain itu, latar belakang jalinan kerjasama di bidang ekonomi antar kedua kota, menjadikan hubungan tersebut semakin baik dan harmoni sehingga kedua pihak memutuskan nama Kota Gwangju dibuat di pusat bisnis kala itu yakni kawasan Kesawan.

Khusus pertukaran pelajar, Akhyar mengatakan  sudah dilakukan sejak tahun 1999. Setiap tahunnya para pelajar dari Kota Gwangju yang datang ke Medan dijamu di rumah dinas Wali Kota Medan. Dalam jamuan tersebut, Pemko Medan menyajikan berbagai kuliner khas Sumatera Utara dan Kota Medan khususnya. Selain itu, tidak jarang para pelajar yang datang juga diajak ke berbagai destinasi wisata yang ada di Sumut seperti ke Danau Toba.

‘’Sebagai kota yang sama-sama berkembang, saya merasa banyak hal yang mendasari kenapa Kota Medan dan Kota Gwangju menjadi sister city. Kami sendiri banyak belajar dari Kota Gwangju tentang penataan kota. Sebaliknya, Kota Gwangju juga banyak mengadopsi beberapa hal dari Kota Medan untuk diterapkan di sistem pemerintahan Kota Gwangju,’’ kata Wakil Wali Kota.

Disamping itu terang Akhyar didampingi Kadis Kominfo Zain Noval, Kadis Kebudayaan Suherman, Kabag Hubungan Antara  Kota dan Daerah (Hakda) Setda Kota Medan Rivai, Kabag Humas Ridho Nasution, Kota Medan juga belajar dari Kota Gwangju tentang sistem penanganan sampah. Namun pada kenyataannya, Seulki Lee mengungkapakan bahwa Kota Gwangju juga memiliki masalah sama terkait penanganan sampah, terutama menangani sampah plastik. ***