Selasa, 7 April 2020

Ronggeng Pakpong Meriahkan Even PSBD IV Asahan 2019


#jaka, asahan

Ronggeng adalah jenis kesenian tari yang berkembang di Tatar Pasundan atau Jawa di mana pasangan saling bertukar ayat-ayat puitis saat mereka menari diiringi musik dari rebab atau biola dan gong. Ronggeng mungkin berasal dari Jawa, tetapi juga dapat ditemukan di Sumatera dan Semenanjung Malaya (Melayu).

Pada pelaksanaan Pagelaran Seni Budaya Daerah (PSBD) Kabupaten Asahan IV Tahun 2019, Etnis Melayu mampilkan Kesenian Ronggeng Pakpong Melayu dan prosesi tradisi penyambutan Pengantin, Kamis malam (5/11/2019) di Komplek Graha Indah Kisaran.

Etnis melayu merupakan etnis terakhir yang tampil dalam pelaksanaan PSBD IV Tahun 2019 yang diikuti 14 etnis lainnya sejak 21 Nopember s/d 6 Desember 2019 mendapatan sambutan antusias dari pengunjung.

Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Kabupaten Asahan Dr. H. Hayatsyah M.Pd yang didampingi Panitia Pelaksana kegiatan pagelaran seni etnis Melayu Bactiar Efendi, Muhammad Fadly, Syamsuddin, Setiamin, Syafrizal Rany dan Khairuddin Kasri kepada inimedanbung.com mengatakan, etnis Melayu juga menampilkan Tari Zapin Melayu, Qasidah,  Senandung Asahan,  Lagu Melayu, Tarian Persembahan, Silat Penyambutan Tamu.

Pantauan di lapangan, tampak hadir Bupati Asahan yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs. H. Jhon Hardi, M.Si., Forkopimda, unsur OPD, Pengurus PB MABMI, Ketua Forkala, pengurus Kesultanan Melayu, para Tokoh Melayu, Para Penasehat MABMI, para Ketua Etnis dan ribuan masyarakat Asahan. 

Asisten II Drs. H. Jhon Hardi mengatakan, sangat bangga dengan etnis Melayu yang telah banyak menampilkan seni dan budaya Melayu pada PSBD IV kali ini dan berharap semoga kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat Asahan. 

Jhon juga mengatakan, etnis Melayu agar tetap menjaga persatuannya dan dapat terus menjaga budaya kearifan lokalnya sehingga dapat terus bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Asahan. 

Sementara seorang pengunjung Wan Chairani didampingi kedua putranya Chaisya dan Fathir menuturkan sangat menikmati kesenian yang disajikan Etnis Melayu pada pagelaran PSBD tahun ini. 

"Yang lebih menarik Etnis melayu menayajikan Prosesi Tradisi Penyambutan Pengantin di sini para generasi muda melayu dapat memahami prosesi tersebut," ujarnya.

"Saat ini sudah langka dijumpai pada acara -acara resepsi pernikahan,  saya sangat terhibur dengan adanya pagelaran ini," tambahnya. ***