Selasa, 21 November 2017

Ingatkan Tenggat Pengurangan Jumlah dan Produksi

Wagub Bahas Penataan KJA di Danau Toba


#jack, medan

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Dr Hj Nurhajizah Marpaung menegaskan bahwa penataan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Toba harus segera dituntaskan. Dirinya pun memberikan peringatan soal tenggat waktu pengurangan jumlah dan produksi ikan.

"Kita meminta untuk segera dikurangi jumlahnya. Kalau bisa mengurangi, ya terimakasih.

Karena bagaimanapun kita ingin Danau Toba ini benar-benar untuk kepentingan pariwisata," ujar Nurhajizah terkait upaya keras Pemprov Sumut menjadikan Danau Toba (Geopark Kaldera Toba) mendapat pengakuan UNESCO sebagai taman bumi pada November mendatang, Jumat (27/10/2017).

Pada pertemuan yang dihadiri sejumlah pihak terkait seperti pemilik kerambah (masyarakat), perusahaan, serta unsur pemerintah setempat, Wagub menyebutkan dirinya telah diperintahkan pusat melalui beberapa kementerian untuk memastikan upaya pengurangan dan penataan KJA berjalan efektif.

"Jadi saya mohon kepada Camat, Kepala Desa dan masyarakat mari kita mendukung kelestarian Danau Toba ini, bukan untuk kita, tetapi anak cucu kita juga nanti, untuk seluruh masyarakat yang ada di kawasan ini," sebut Nurhajizah.

Tidak hanya itu, bahkan saat kunjungan lapangan ke lokasi KJA menggunakan kapal, Wagub menyempatkan diskusi bersama sambil meninjau keberadaan kerambah yang dinilai tidak mendukung pelestarian lingkungan dan mencemari air Danau Toba. Dalam tinjauan tersebut, dirinya memberikan arahan keras agar pengurangan jumlah KJA serta penataan dalam bentuk relokasi tempat yang dianjurkan secepatnya dilaksanakan.

Relokasi dimaksud adalah tempat yang memang diperuntukkan bagi budidaya ikan. Namun untuk beberapa titik lokasi seperti jalur wisata dan jalan umum yang dapat terlihat memperburuk pemandangan Danau Toba, harus dilakukan penataan dan pemindahan. Meskipun pada prinsipnya, untuk mencapai pengakuan UNESCO, segala aktivitas yang mencemari, harus dikurangi.

"Ini memang warisan (pemberian) dari Tuhan untuk orang Batak. Tetapi kalau tidak dipelihara, apa yang mau kita titipkan ke anak cucu kita, lihatlah warnanya berubah. Aplagi kita mau mengundang 1juta wisatawan mancanegara, mereka itu tidak suka mengotori danau," katanya.

Dirinya pun meminta seluruh jajaran pemerintahan mulai Kabupaten, Kecamatan, Desa hingga komunitas yang ada, untuk aktif mensosialisasikan pengurangan jumlah KJA demi mengembalikan kondisi Danau Toba lebih baik dan mengurangi pencemaran. ***