Sabtu, 20 October 2018

Hotel Madani Medan Komit Berkonsep Syariah


#fey, medan
Hotel Madani, namanya. Berada di Jalan SM Raja No 1 Medan, hotel ini tetap berkomitmen untuk mengusung konsep syariah sejak beroperasi pada tahun 2008. Sejumlah aturan bakal diterapkan kepada setiap pengunjung, diantaranya larangan menginap dengan pasangan bukan muhrim serta tidak membawa minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.

“Semula sempat diragukan bertahan lama karena mengusung konsep syariah. Ternyata, sejak tahun 2010, justru hotel ini memiliki pasar tersendiri dan diminati,” ungkap General Manager Hotel Madani Medan, M Amin Lubis, saat berbincang di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Ia mengklaim, tamu yang mennginap di Hotel Madani merasa aman dan nyaman dengan konsep syariah tersebut, terutama dari luar kota. Apalagi, posisi hotel yang tergolong strategis karena bangunannya tepat berada di depan Kolam Deli dan Masjid Raya Al Mansun. “Bukan berarti hotel berpredikat syariah ini tidak menerima tamu non muslim. Sebaliknya wisatawan manca negara banyak menginap di Hotel Madani, meski harus mengikuti peraturan hotel,” paparnya.

Guna meningkatkan kepercayaan tamu, pihaknya memajang tulisan-tulisan berisi peraturan hotel berkonsep syariah yang ditempel di dinding baik di lobi, resepsionis maupun di setiap kamar. "Selain itu, menghindarkan tamu menginap dengan pasangan tidak muhrim, para recepsionis diajarkan membaca bahasa tubuh atau melihat psikologi tamu untuk mengetahui apakah tamu tersebut pasangan suami istri atau tidak. Jika ditemukan ada pasangan bukan muhrim, kita lebih baik mengembalikan uangnya," tegas Amin.

Pihaknya juga mengunci akses keluar-masuk bagi tamu sebagai upaya antisipasi agar hotel berkapasitas 173 kamar itu tidak dimasuki secara sembarangan. Setiap pengunjung yang hendak bertemu tamu hotel diarahkan agar bertemu di lobi yang sengaja dirancang untuk bersantai dengan ditemani sajian live music.

“Sejak tahun 2010, Hotel madani terus berkembang dan bersaing dengan hotel lainnya di Kota Medan. Apalagi, pihak manajemen telah menyediakan ruang pertemuan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. “Rata rata tamu hotel adalah keluarga. Persentase tamu bisnis. lebih banyak keluarga daripada ruang pertemuan,” tuturnya.

Mengenai tipe kamar, Amin menyatakan cukup bervariasi, mulai Superior, Deluxe, Eksekutif, Suite, Family Suite, Madani Suite dan Royal Suite. “Harganya juga sesuai dengan pilihan kamar, mulai Rp750 ribu hingga Rp5.780.000 per malam, sudah termasuk sarapan pagi bagi dua orang di Hafla Restoran,” urainya.

Menariknya, bagi tamu pemegang KTP Nanggroe Aceh Darusallam, Tapanuli bagian selatan dan Labuhanbatu, pihak manajemen memberikan potongan harga hingga 45%. Selain itu, pihak pengelola juga menyuguhkan makanan halal. "Untuk makanan di hotel ini, kita menguetamakan kehalalan, sehingga tidak ada keragu-raguan tamu untuk makan disini," tandasnya.***