Rabu, 20 March 2019

Hindari Kemacetan Jalan Medan-Berastagi

DPRDSU: Gunakan Jalur Alternatif Karo-Langkat


#jack, medan

Kalangan DPRD Sumut Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat mengimbau masyarakat yang ingin bepergian atau bertahun baru dari Medan menuju kampung halaman di Karo, Dairi, Pakpak Bharat maupun Provinsi Aceh atau sebaliknya. Alangkah baiknya menggunakan Jalan Alternatif jurusan Karo-Langkat, untuk menghindari kemacetan panjang di Jalan Medan-Berastagi.

Himbauan tersebut disampaikan Ketua FP Hanura DPRD Sumut Toni Togatorop SE, Kamis (27/12/2018) melalui telepon di Medan menanggapi selesainya  pembangunan atau sudah bisa dilintasinya Jalan Alternatif Karo-Langkat.

“Jalan tembus Karo – Langkat yang anggaran pembangunannya bersumber dari APBD Sumut TA 2018 sebesar Rp14, 3 miliar itu sudah selesai 100 persen dengan mulus, sudah bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda enam. Untuk menghindari kemacetan di jalur Medan – Berastagi, sebaiknya masyarakat menempuh jalur tersebut, agar tidak lagi “bermalam” atau buka tahun baru di jalan,” ujar Toni.

Kade Partai Hanura itu menyampaikan apresiasinya kepada Pemprovsu, Komisi D DPRD Sumut, Pemkab Langkat dan Pemkab Karo yang telah “berkolaborasi” memperjuangkan izin pembangunan jalan yang melintasi kawasan TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser) ini kepada Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup) maupun Unesco.

“Sekarang hasil perjuangan kita sudah berhasil dan pembangunan jalan juga sudah selesai. Kita berharap kepada masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif tersebut, terutama menjelang  “H-2 dan H+2”  Tahun Baru yang diperkirakan jalur Medan – Berastagi macet total,” tegas Layari Sinukaban.  

Anggota Dewan dari Dapil Tanah Karo, Dairi dan Phak-pak Barat ini juga berharap, agar jalur alternatif yang masuk dari Desa Kutarayat Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo- Desa Telagah Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat hingga tembus inti Kota Binjai ini bisa mengurai kepadatan jalan Medan – Berastagi. Diyakini, jika menggunakan jalur alternatif ini, tidak akan ada lagi masyarakat yang buka Tahun Baru di jalan akibat terjebak macet seperti tahun-tahun sebelumnya.

Toni juga menyakini, dengan selesainya jalur alternatif Karo - Langkat tentunya akan mendorong pertumbuhan perekonomi masyarakat,  karena arus lalu-lintas perdagangan antar kabupaten dan provinsi semakin lancar dan penggunaannya akan semakin efektif.

“Jika jalan tersebut berfungsi dengan, tentunya mendorong pertumbuhan ekonomi di Karo, Dairi dan Pakpak Bharat. Komoditi sayur-mayur dan buah dari dataran tinggi dengan mudah dapat didistribusikan ke ibukota Provinsi Sumut dengan baik dan tepat waktu,” katanya. *** 

Mulus: Kondisi Jalan Alternatif Karo – Langkat yang sudah selesai dikerjakan dengan mulus. Masyarakat bisa menggunakan jalur tersebut untuk mudik Tahun Baru, guna menghindari kemacetan Jalan Medan - Berastagi. (*)