Sabtu, 15 December 2018

Batik Medan Meriahkan Yapmode Fashion Festival 2018


#rafra, medan

Hasil kerajinan asli Kota Medan yang dikenal dengan Batik Medan berhasil menarik perhatian pada pagelaran Yapmode Fashion Festival yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure, Minggu (11/11/18) malam.

Hal ini terbukti dari riuhnya tepuk tangan pengunjung yang menyaksikan peragaan busana saat lima orang peragawati yang mengenakan busana Batik Medan rancangan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan Hj. Rita Maharani Dzulmi Eldin, SH itu berjalan di atas catwalk.

Tingginya apresiasi yang diberikan pengunjung tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Dekranasda Kota Medan dan menempatkan karya Rita Maharani ini sejajar dengan karya desainer tanah air asal Jakarta dan Bandung.

Dengan mengusung tema gaun serba merah, Busana dari Maharani Gallery ini menjadi sangat menarik karena menonjolkan motif-motif khas Kota Medan seperti tepak sirih, gedung Lonsum, Tjong A Fie Mansion, daun Tembakau Deli, dan lain sebagainya.

Keikutsertaan Batik Medan dalam pagelaran busana ini  juga secara langsung kian memperkuat citra Batik Medan di kancah fashion tanah air.

Diakhir peragaan busana Batik Medan, Rita Maharani selaku desainer mendapat apresiasi dengan menerima bouquet bunga dari CEO Yapmode Fashion School, Yuni Afrita Pohan, selaku penyelenggara perhelatan tersebut.

Selain menerima, Rita Maharani juga memberikan bouquet bunga dan plakat penghargaan kepada kepada desainer nasional,  Erdan, yang juga menampilkan karya-karyanya pada festival tersebut.

Disamping menampilkan busana motif Batik Medan dan busana dari desainer ibu kota, kegiatan yang juga memperkenalkan karya-karya siswa Yapmode Fashion School ini juga dihadiri  Ketua Dekranasda Sumut, Nawal Edy Rahmayadi dan Wakil Ketua Dekranasda Sumut, Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah.

Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Sumut, Nawal Edy Rahmayadi mengucapkan selamat atas terselenggaranya Yapmode Fashion Festival ini.

Menurutnya, ajang-ajang seperti akan meningkatkan kualitas produksi kerajinan Sumut hingga mampu bersaing secara global.

Ditemui seusai festival, Rita mengaku sangat mengapresiasi pagelaran ini sebagai ajang bagi desainer muda untuk memperkenalkan karya-karyanya kepada khalayak pecinta mode. Selain itu melalui event ini, Dekranasda Kota Medan juga dapat memperkenalkan hasil karya kerajinan membatik yang saat ini dikenal dengan Batik Medan, tentunya ini menjadi motivasi bagi para pengrajin.

“Yapmode Fashion Festival ini merupakan ajang untuk mengapresiasi karya para siswa Yapmode Fashion School. Diharapkan apresiasi yang yang diterima ini menjadi pemicu bagi para siswa untuk terus menelurkan karya-karya yang lebih fenomenal lagi,” ujar Rita.

Selain itu, tambah Rita, melalui kegiatan ini juga dapat memacu penggiat UKM khususnya pengrajin batik, penenun dan pengrajin songket untuk lebih produktif baik dari segi motif dan desain.

“Kini, semakin banyak desainer yang mengusung tema kain nusantara dalam sentuhan karya-karyanya, ini menjadi peluang besar bagi para penggiat UKM khususnya pembatik dan penenun. Untuk itu, saya berharap peluang ini diimbangi dengan produksi UKM yang semakin berkualitas, khususnya kerajinan Batik Medan,” pungkas Rita. ***