Rabu, 23 October 2019

Atasi Permainan Online Melalui Festival Layang-Layang


#isvan, medan

Festival layang-layang diharapkan dapat menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kota Medan. Terlebih, kegiatan ini menunjukkan sebuah kebiasaan dan kearifan lokal yang memiliki arti besar serta mampu memupuk rasa kekeluargaan antar sesama sebagai wujud bahwa warga Kota Medan dapat saling berbaur, bersatu dan bersama dalam segala hal.

Harapan tersebut disampaikan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Kadis Pariwisata Agus Suriono di Festival Layang-Layang Danau Siombak Tahun 2019 di Jalan Kota Cina, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (8/9/2019). Tujuan festival ini digelar guna menghidupkan dan membangkitkan kembali permainan tradisional yang sarat akan nilai kebersamaan tersebut ditengah-tengah maraknya permainan online yang menjamur saat ini.

"Kami (Pemko Medan) tentu menyambut postif kegiatan ini. Terlebih hal ini bertujuan untuk kembali mengedukasi sekaligus menanamkan kecintaan kita terhadap budaya-budaya lokal yang sejak lama kita kenal dan miliki. Selain itu juga sebagai sarana memperkenalkan keberadaan Danau Siombak menjadi lokasi wisata bagi warga yang hadir ke sini," kata Agus.

Festival  yang diikuti ratusan peserta dengan menampilkan aneka model layang-layang  seperti sari bulan, tanduk dan paha ayam membuat kagum Agus. Sebab, ia menilai tidak mudah membuat layang-layang dengan model seperti itu sehingga membutuhkan kreatifitas tinggi  dari pembuatnya. ***