Rabu, 18 October 2017

Sumut Hanya Turunkan Enam Petinju di Popnas


# wal, medan

Enam petinju pelajar Sumatera Utara dinyatakan lolos seleksi tahap akhir sebelum berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVI/2017 di Jawa Tengah, September mendatang.

Pelatih tinju Popnas Sumatera Utara Binsar Simamora di Medan Minggu, mengatakan, keenam petinju yang lolos tidak hanya melalui tahapan seleksi jangka pendek, melainkan melalui berbagai tahap seperti kejurda Piala Gubernur Sumut, Kejurda tinju Elite di Tarutung, serta seleksi akhir baru-baru inj.

"Kuota yang disediakan Dispora adalah enam. Jadi, inilah pilihan terbaik dari yang terbaik, baik melalui kejurda maupun seleksi akhir ini," katanya.

Keenamnya adalah Tegar Sihite kelas 46 kg (Medan), Dippo Al Hubby kleas 49 kg (Asahan), Khairul Gunawan kelas 52 kg (Tapsel), Adrian Katarino kelas 60 kg (Sergai), M Nizam kelas 64 kg (Medan), dan satu-satunya petinju puteri Novida kelas 54 kg (Medan). Sebelumnya, seleksi diikuti oleh 12 atlet.

Usai seleksi, pihaknya langsung akan menggenjot porsi latihan atlet mulai pekan depan, sejumlah kekurangan masih menjadi tugas rumah Tegar Sihite dan kawan-kawan.

Maka, tersisa kurang dari sebulan lagi, tim pelatih akan fokus pada peningkatan fisik dan mental petunju yang masih lemah.

Meski Binsar mengakui bahwa untuk program try out sepertinya tidak ada dengan waktu yang singkat, maka ia hanya memanfaatkan latihan sparing saja.

"Mereka masih terlalu emosi untuk menumbangkan lawannya. Sehingga dengan tidak terkontrolnya emosi akan mengurus banyak fisik dan stamina. Jadi, ketiga memasuki ronde ketiga fisik mereka menurun drastis. Kita tak mau kecolongan di Popnas nanti," ujar Binsar yang optimistis bisa mencapai target dua medali emas.

Sementara, satu-satunya petinju puteri Novida yang akan berlaga di kelas 54 kg mengaku bersyukur, namun tidak ingin berjumawa karena pertandingan sesungguhnya adalah di Popnas.

Apalagi diakui atlet berusia 18 tahun ini, persaingan di kelas yang ia ikuti setiap tahun atlet yang dihadapi tidak sama.

"Popnas tahun lalu memang dapat emas. Tapi, tahun ini tak muluk-muluklah, yang penting bisa dapat medali. Karena saingan di Kejurnas dan Popnas berbeda. Kalau di kejurnas lawannya hampir sama tiap tahun, tapi Popnas selalu ganti," ucap pentinju asal Kota Medan itu.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Sumut Rudi Rinaldi mengatakan, seleksi dilakukan secara transparan dan fair demi menjaring atlet yang benar-benar layak mewakili Sumut di Popnas.

Pihaknya juga menghindari adanya atlet titipan yang bisa menghambat peluang atlet lain yang sesungguhnya lebih baik di atas ring.

"Dengan adanya seleksi seperti ini kami berharap ini bisa menjadi motivasi anak-anak menunjukkan penampilan terbaiknya agar bisa masuk tim popnas. Ini juga sesuai harapan pak Kadisporasu agar atlet yang ikut ke Popnas memang yang terbaik," ucap Rudi.***