Jumat, 10 July 2020

Rakor Bapopsi Sumut Putuskan Sepuluh Rekomendasi


# yonan-febrian

Rapat koordinasi Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Sumatera Utara berakhir, Kamis (30/3) malam di Grand Kanaya Hotel, Medan. Sepuluh rekomendasi yang akan menjadi dasar bagi bapopsi kabupaten/Kota dalam menyusun program kerjanya.

Rakor sendiri dibagi menjadi dua komisi yakni Komisi A menyusun tentang program kerja Bapopsi Sumut tahun 2017, dan Komisi B tentang organisasi. Komisi A memutuskan enam poin penting, diantaranya membentuk klub – klub olahraga pelajar minimal dua klub di setiap sekolah tiap kecamatan yang ada di kabupaten/Kota, melaksanakan koordinasi kepada instansi terkait (Dinas pendidikan, Dispora, Koni kab/Kota), membuat rencana kerja dan kegiatan Bapopsi kabupaten/kota sama dengan Bapopsi Provinsi dan pusat.

Kemudian melaksanakan pembinaan manajemen kepelatihan dasar sesuai kompetensi atlet

dan pelatih. Termasuk dua poin yang sangat penting adalah membentuk kepengurusan Bapopsi tingkat kecamatan serta membentuk PPLPD sesuai dengan cabor unggulan masing – masing Kabupaten/Kota.

Ketua Bapopsi Sumatera Utara yang juga Kadisporasu H Baharuddin Siagian SH MSi mengatakan dalam mengurusi olahraga tidak hanya bias sekadar mengandalkan bakat alam yang dimiliki oleh atlet, melainkan peran lebih dari Pembina olahraga secara sungguh – sungguh termasuk bapopsi dalam melahirkan bibit atlet berprestasi. Karena tanpa adanya kesungguhan, akan sulit prestasi dapat dicapai.

 “Talenta atlet memang penting, tapi peran pembinaan Bapopsi juga penting dalam melahirkan atlet berprestasi. Makanya tahun ini ada 19 even olahraga memperebutkan piala Gubsu. Bahkan di PAPBD 2017 kita tambah 10 cabor. Makanya, suapay olahraga Sumut bisa berdaya saing dengan provinsi lain, Kabupaten/Kota harus bisa melaksanakan even yang disinergikan dengan program bapopsi Sumut." ujarnya.

Salah satu poin penting rekomendasi tersebut mengharuskan setiap Bapopsi kabupaten/kota harus membuat cabang olahraga unggulan sekaligus di inventarisir baik atlet serta guru olahraga. Sehingga mulai dari tingkat kelurahan hingga Kabupaten/ Kota sudah memiliki wasit dan pelatih bersertifikat nasional. Namun juga harus disinergikan dengan Dinas

pendidikan, Koni kecamatan, dan seluruh cabang olahraga.

“ Kita juga menginginkan agar ada standarisasi lapangan dan kualitas pertandingan. Termasuk membudayakan olahraga Formi seperti permianan Margala yang menjadi olahraga rekreasi kebanggaan masyarakat batak.” harapnya.

Wakil ketua II KONI Sumut Ir H Sakiruddin mengatakan, salah satu kegagalan atlet mengukir prestasi di even PON salah satunya adalah pembinaan olahraga pelajar yang tidak berjalan dengan baik dan tidak satu persepsi. Karena itu, melalui rekomendasi rakorda bapopsi tersebut, diharapkan kepada baapopsi kab/kota dapat diaplikasikan di daerah. Termasuk membentuk klubolahraga pelajar pada setiap unit sekolah. ‘karena sesuai dengan Undang – undang  no 3 tahun 2005 tentang system keolahragaan nasional, setiap pembina olahraga harus melaksanakan kejuaraan mulai tingkat daerah hingga nasional.

Makanya, koordinaai lah dengan KONI kabupaten/kota. Kalo terhambat juga, langsung saja ke Koni Sumut." ucap Sakiruddin.

Sementara komisi B menghasilkan empat putusan, diantaranya menghimbau kepada pengurus Bapopsi kabupaten/Kota yang habis masa periodisasinya untuk segera melaksanakan Musyawarah sesuai AD/ART, Bapopsi Sumut segera memberikan mandat kepada kabupaten/Kota untuk membentuk Bapopsi, pelaksanaan rapat kerja Bapopsi dilaksanakan minimal dua kali setahun, serta kepada pemerintah kota Padang Sidempuan sebagai tuan rumah Popdasu 2018 dan Kabupaten Padang Lawas Utara tuan rumah Pospedasu untuk melakukan persiapan serta berkoordinasi dengan Disporasu. ***