Rabu, 8 July 2020

Perlu Koordinasi Kuat dalam Menanggulangi Bencana


#isvan, medan

Polretsabes Medan menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Di Wilayah Hukum Polrestabes Medan Di Rupatama Polrestabes Medan , Kamis (9/1/2020). Rapat dipimpin Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edizzon Isir bertujuan untuk membangun koordinasi yang kuat dari semua elemen pemerintahan dengan dukungan penuh personel TNI dan Polri dalam menanggulangi bencana di wilayah hukum Polrestabes Medan, termasuk juga  di dalamnya wilayah Kabupaten Deliserdang.

Rapat dihadiri Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medani Dandim 0201/BS Kol Inf Roy J Hansen Sinaga, Bupati deliserdang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pekmab Deliserdang Faisal Arif Nasution, Wakapolrestabes Medan AKBP Rudi Rifiani SIK, OPD terkait di Pemko Medan dan  Pemkab Deliserdang, camat, kapolsek, PMI serta sejumlah relawan.

Kapolrestabes Medan menjelaskan, rapat ini dilakukan untuk membangun koordinasi yang kuat sehingga penanggulangan bencana yang terjadi dapat dilakukan secara bersama-sama. Oleh karenanya melalui rapat koordinasi ini, Kapolrestabes berharap para peserta rapat dapat memberikan masukan-masukan sebagai upaya pengayaan brainstorming, sebagai bahan pembentukan kerangka manajemen penanggulangan bencana secara secara komprehensif.

“Penanganan banjir tidak bisa dilakukan short time melainkan long time. Untuk itu kita membentuk kerangka manajemen penanggulangan bencana secara komprehensif. Dengan demikikan begitu terjadi bencana, semua siap menghadapi dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa bencana,” kata Kapolrestabes Medan.

Dalam rapat tersebut,  Kepala BPDB Kota Medan Arjuna Sembiring mengungkapkan,  ada 15 kecamatan di Kota Medan yang rawan bencana, terutama banjir. Kondisi ini terjadi akibat 15 kecamatan itu dilintasi 5 sungai besar yakni Sungai Deli, Babura, Denai, Belawan dan Sei Sikambing. Sudah itu, jelasnya, banjir yang selama ini terjadi hanya 12 jam dan 24 jam saja. 

“Setelah itu air kembali surut, terkecuali banjir yang terjadi di Kecamatan Medan Belawan. Banjir bisa melebih 12 sampai 24 jam, sebab  air naik akibat banjir rob. Umumnya bencana yang terjadi di Kota Medan hanya dua jenis  yakni banjir dan angin puting beliung. Oleh karenanya kita sangat mengapresiasi digelarnya rapat koordinasi, sehingga dapat dilakukan langkah-langkah yang maksimal secara bersama-sama dalam menanggulangi bencana yang terjadi,” ungkap Arjuna

Di kesempatan itu Arjuna pun menyampaikan saran, pasca dilakukan raopat koordinasi, segera dilakukan penelusuran sungai untuk melihat kondisi sungai yang ada, sehingga nantinya bisa diambil tindakan selanjutnya dalam upaya penanggulangan bencana, terutama banjir. Di samping itu Arjuna juga mengungkapkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi penanggulan banjir kepala masyarakat maupun sekolah-sekolah. ***