Jumat, 3 July 2020

Pemko Minta Bantuan UISU Putus Mata Rantai Atasi Covid-19


#isvan, medan

Guna memperoleh masukan dari civitas akademisi terkait adaptasi kebiasaan baru pada kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi terus gencar melakukan kunjungan ke berbagai universitas yang ada di Kota Medan. Hari ini Rabu (24/6/2020) giliran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) yang berada Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Teladan Bar., Kecamatan Medan Kota.

Kedatangan Akhyar disambut Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Dr Yanhar Jamaluddin MAP, bertujuan untuk berdiskusi terkait langkah-langkah apa yang harus diambil dan dilakukan Pemko Medan dalam memutus penyebaran Covid-19. Selain itu juga memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat berada diluar rumah, mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak satu sama lain atau menghindari kerumunan.

Dalam dialog yang berlangsung selama satu jam, Akhyar menjelaskan bahwa kehadirannya ke UMSU guna mendapatkan masukan dan saran kepada Akademisi karena Kampus memiliki pakar- pakar yang handal. Artinya dengan masukan dari Universitas Pemko Medan dapat melakukan tindakan yang tepat menjelang penerapan kehidupan baru di tengah Pandemi Covid-19.

"Kami sudah berkeliling mengunjungi beberapa kampus yang ada di Kota Medan, kali ini kami mengunjungi UISU. Kami tentu tidak sanggup untuk menghadapi ini sendiri, jadi kami meminta masukan dari akademisi agar kami tahu metode apa yang tepat kami lakukan, mengingat ilmu yang dimiliki oleh civitas akademi sangat di butuhkan sebagai bahan masukan guna memutus mata rantai Covid-19 di Kota Medan," kata Akhyar.

Dalam kesempatan tersebut Akhyar mengungkapkan, jumlah warga yang positif terinfeksi Covid-19 terus bertambah. Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga Selasa (23/6), jumlah warga yang positif  itu mencapai 802 orang. Dijelaskan Akhyar episentrum penularan Covid-19 di Kota Medan juga telah bergeser dari Kecamatan Medan Tuntungan dan Medan Selayang kini ke Kecamatan Medan Area, Kecamatan Medan Selayang, Medan Denai, dan Kecamatan Medan Amplas.

Sejak bulan Mei 2020, tambah Akhyar, tingkat penularan sudah eksponensial dan penularan terjadi melalui warga yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). “Kondisi ini membuat psikologis masyarakat terganggu dan juga berdampak secara sosial di kehidupan kita semua. Apalagi yang warga yang masuk kategori OTG yang mengkhawatirkan banyak orang sebab tidak memiliki gejala tetapi ketika di swab dinyatakan positif bahkan ada yang menularkan ke sesama anggota keluarganya sendiri," jelas Akhyar. ***