Jumat, 3 July 2020

Atasi Kompleksitas Pandemi Covid-19,

Akhyar Minta Masukan dan Dukungan UMSU


#isvan, medan

Pemko Medan terus  mencari masukan dari para akademisi untuk mengatasi kompleksitas persoalan yang terjadi akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan. Selasa (23/6/2020), Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi giliran mendatangi Universitas Muhammadiyah Sumtera Utara (UMSU) Jalan Mukhtar Basri Medan. Semua masukan yang diterima nantinya akan dijadikan sebagai langkah dan strategi untuk mengatasi Covid-19, sekaligus mendongkrak kembali daya beli masyarakat yang terus menurun sejak pademi Covid-19 menerpa ibukota Provinsi Sumatera Utara sejak Maret 2020.

Selain itu masukan yang diterima dari civitas akademika UMSU, juga  akan dijadikan Pemko Medan untuk melengkapi Peraturan Wali Kota Medan tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Pandemi Covid-19.  Direncanakan, perwal itu akan rampung sebelum 1 Juli 2020 sehingga dapat menjadi pedoman bagi masyarakat untuk menjalani kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya tersebut.

Didampingi Kadis Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi, Camat Medan Timur Oddie Batu Bara serta perwakilan Dinas Pendidikan Kota Medan, Akhyar menjelaskan,  jumlah warga yang positif terinfeksi Covid-19 terus bertambah. Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, jumlah warga yang positif virus mematikan itu mencapai 736 orang.

Tidak itu saja tambah Akhyar, perekonomian pun terganggu sehingga melemahkan daya beli masyarakat. Kondisi itu yang menyebabkan dunia usaha di Kota Medan ikut terganggu, tidak sedikit yang menghentikan usahanya karena jumlah pembeli drastis menurun. Termasuk, perhotelan dan restoran yang harus menghentikan usahanya. “Jika mereka buka, pengunjung yang datang sedikit sehingga tidak bisa menutupi operational cost (biaya) yang telah dikeluarkan,” ungkapnya.

Selain itu pandemi  Covid-19, jelas Akhyar, juga berimbas dengan dunia pendidikan di Kota Medan juga terganggu. Hingga kini Pemko Medan belum mengaktifikan kembali proses belajar mengajar di tingkat PAUD, TK , SD dan SMP  yang merupakan wewenang Pemko Medan. Sebab, Pemko Medan sampai kini belum memiliki metoda yang tepat dan baik sehingga peserta didik dapat belajar seperti biasa di sekolah meski pandemi Covid-19 masih berlangsung.

“Atas dasar inilah, kami mohon  masukan dari civitas akademika UMSU. Pemko Medan tidak dapat mengatasinya sendiri, perlu bantuan semua pihak, terutama para akademisi sehingga kami dapat membuat konsep dan strategi yang akan dilakukan guna mengatasi kompleksitas persoalan yang terjadi akibat pandemic Covid-19,” harapnya. ***