Senin, 18 November 2019

Walantara Mengutuk Keras Pembuangan Bangkai Babi ke Sungai dan Objek Wisata


#hendrik-rompas, belawan

Ini tidak bisa dibiar kan,berlarut larut sehingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat,apapun ceritanya tidak di benarkan membuang limbah atau sampah ke Opjek wisata seperti Danau Siombak kesungai dan ke TPA yang ada di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan Kotamadya Medan Propinsi Sumatera Utara.

Apalagi bangakai babi yg sudah terserang penyakit hog cholera,ini bisa berakibat fatal untuk lingkungan hidup apalagi dikawasan Danau Siombak yang setiap saat dikunjungi para wisatawan lokal dan disungai Berderah,aliran sungai tersebut adalah tempat para nelayan mencari nafka,jelasnya bangkai Babi tersebut akan meracuni air dan biota laut .

Jadi pemerintah harus bertindak tegas terhadap peristiwa ini, karena ini sudah melanggar UU no 32 tahun 2009 tentang larangan mencemari lingkungan,kami mengharap juga kepada pihak2 terkait agar segera bertindak tegas ,jangan nanti peristiwa ini seolah olah jadi issue sara,

Yang dapat meresahkan dan memecah belah masarakyat Propinsi Sumatera Utara khususnya Kotamadya Medan. 

Walantara berharap pihak kepolisian juga harus bertindak tegas menyeret pelaku pembuangan bangkai Babi ke tempat opjek wisata, ke sungai dan di TPA (tempat Pbuangan Sampah Akhir) di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan. Karena menurut kami bangkai babi tersebut asalnya dari pemilik perternakan yang besar. Tak mungkin masyarakat memiliki babi sebanyak itu yang jumlah seratusan lebih yang mati. Tangkap pelakunya dan dihukum yang seberat beratnya, Kata ketua Walantara (Wahana Lingkungan Alam Nusantara) Sumatera Utara Thomson A Hutahen SH. 

Sementara itu Wakil ketua DPRD kota Medan, H Bachrumsyah dari Praksi PAN, Minggu (10/11/2019) mengatakan, Kapolda Sumatera Utara harus secepatnya menyelesaikan permasalah tersebut. Tangkap pelakunya dan dihukum seberat beratnya sesuai dengan Hukum yang berlaku di Negara Indonesia ini. 

Diminta kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan yang ada di Sumatera Utara ini unruk ikut serta dalam penanganan ini agar segera ke perternak perternak babi untuk memberikan Vaksin,karena wabah penyakit hok Cholera ini sudah menyebar di 11 Kabupaten Kota di Sumatera Utara ini.Kata Thomson A Hutahean kepada Wartawan ini di kantornya di Jalan Bilal Medan.

Pengamatan Wartawan ini dilapangan ada 5 titik yang dijadikan tempat pembuangan bangkai babi diantaranya di Sei Berderah, Danau Siombak dan TPA terjun.1 titi lagi di Sungai tepatnya dibelakang pabrik Besi PT. baja Deli di Seruwai Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan dan di Sungai Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.Semoga saja Pemerintah kita cepat tanggap dalam permasalahan ini. ***