Selasa, 21 November 2017

Setelah Penyakit Jantung Koroner

Gubsu: Kanker Pembunuh Terbesar Manusia


# jack, medan

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) HT Erry Nuradi mengatakan bahwa penyakit kanker merupakan pembunuh terbesar manusia setelah jantung. Karenanya masyarakat harus diberikan pemahaman pentingnya deteksi dini tentang bahaya dan penanganannya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menerima audiensi Yayasan Kanker Indonesia (YKI) yang dihadiri Ketua YKI Sumut Evi Diana Erry Nuradi bersama Sekretaris YKI Sumut T Ibnu serta sejumlah pengurus lainnya di ruang kerja Gubernur, Senin (9/5).

Terkait deteksi dini penyakit kanker, Gubernur mengapresiasi dan mendukung upaya YKI dalam memberikan perhatiannya untuk mensosialisasikan bahaya penyakit ini kepada masyarakat luas. Apalagi saat ini, banyak yang penanganannya terkesan sudah terlambat karena kurangnya informasi sejak dini sebelum tahap yang membahayakan.

"Karena banyak sekali kasus, penyakit kanker terdeteksi setelah mencapai stadium tinggi, empat atau lima. Tentunya ini sudah sangat sulit untuk diobati," ujar Gubernur.

Dengan demikian lanjut Gubernur, sosialisasi yang dilakukan YKI kepada masyarakat setidaknya dapat membantu agar penyakit kanker bisa diketahui dan ditangani sejak awal sehingga masih memungkinkan untuk diobati.

"Karena itulah fungisi  YKI ini juga akan memberikan sosialisasi. Berharap agar bagaimana masyarakat kita benar-benar terinformasi dengan baik tentang apa yang menjadi penyebab dan bagaimana cara mengatasinya," jelasnya.

Dirinya juga menyampaikan terimakasih kepada YKI yang terus memberikan dukungan dan dorongan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Guberur juga menyampaikan kesiapan pemerintah yang dipimpinnya memberikan dukungan baik dalam bentuk kegiatan sosialisasi di dinas kesehatan maupun hak lain yang dibutuhkan.

"Oleh karena itu, Pemprov harus mendukung semua kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan, apalagi kegiatan YKI ini sangat membantu walaupun tidak dalam sisi pengobatannya, preventifnya, sosialisasinya tentang bahaya penyakit kanker," kata Erry.

Dengan sosialisasi ini harap Gubernur, YKI bisa bermanfaat bagi banyak orang dan bisa menekan angka kematian yang disebabkan penyakit kanker.

Sementara Sekretaris YKI Sumut T Ibnu mendampingi Ketua Evi Diana Erry Nuradi mengatakan bahwa yayasan ini sudah ada di Kota Medan sejak 1998. Di mana organisasi non profit tersebut, fokus kepada langkah promotif dan preventif. Bagaimana bahaya kanker ini bisa dipahami masyarakat luas.

"Jadi bagaimana kita mempromosikan supaya kanker itu, jangan sampai orang kena kanker dan tidak melakukan tindakan pemeriksaan sendiri," sebutnya.

Disebutkannya bahwa YKI dalam kegiatannya juga sering melakukan penyuluhan ke daerah-daerah termasuk memberikan tindakan papsmeer gratis. Sementara untuk dananya mereka biasanya mendapat bantuan dari pihak tidak terikat. Termasuk pihaknya berharap bantuan dari Pemprov Sumut yang ditampung di APBD.

"Rencananya kami ingin punya rumah singgah. Dan sekarang ini pasien-pasien kanker itu mereka biayanya cukup tinggi, sehingga terkadang kami kirim ke tempat lain," sebutnya. ***