Senin, 9 December 2019

Ribuan Warga Kelurahan Sicanang Resah Air PDAM Berpasir dan Bau


#hendrik-rompas, belawan

Sekitar 13 ribu jiwa warga Kelurahan Pulau Sicanang mengeluh karena air dari PDAM Medan tidak bisa dikomsumsi. Hal ini sudah berlangsung cukup lama air yang keluar dari pipa bercampur pasir bercampur karat,berlumut dan sering mati.

Air dari PDAM tersebut tidak bisa dikomsumsi oleh warga seperti buat masak dan untuk minum.Sementara warga setiap hari harus membeli air ke depo tempat isi ulang untuk kebutuhan masak memasak,bila digunakan untuk mencuci pakaian, pakaian yang dicuci berobah warna menjadi kuning dan karatnya melekat dipakaian dan harus dibilas menggunakan air isi ulang jika digunakan untuk mandi tubuh menjadi gatal gatal.

Keresahan warga tersebut disampaikan oleh M Susanto (45) warga Lingkungan 11 Kelurahan Pulau Sicanang Kecamatan Medan Belawan. Sudah bertahun tahun kami merasakan hal seperti ini dan kami sudah mengadu kekantor PDAM Belawan maupun di Medan Labuhan tapi hingga kini tidak ada tanggapan dari PDAM.

Sementara itu ibu Asni (45) warga Lingkungan VI Kelurahan Pulau Sicanang Kecamatan Medan Belawan mengatakan bahwa air dari PDAM tersebut sering mati dan malam hari baru hidup itupun keluarnya dari pipa bersama pasir, lumpur,warnanya kuning bauknya tak sedap. Harapan saya kepada PDAM tolonglah air yang disalurkan sama kami jangan bermasalah lagi,setiap bulan kamikan membayar sama PDAM.

Selain itu di Mushola AL Ihsan menurut BKM ( Badan Kenajiran ) H Suratman mengatakan bahwa seluruh warga Lingkungan VI saat akan melaksanakan Ibadah harus berwudu dirumahnya mading masing karena air yang Mushola tidak bisa dipakai karena warnanya kuning, berpasir dan bauk.Jumalah warga dilingkungan VI tersebut sebanyak 300 KK  seluruhnya memakai air dari isi ulang yang diantarkan oleh pemilik galon. ***