Senin, 30 March 2020

Putus Mata Rantai Penyebaran Covid- 19,

Pemko Tebing Tinggi Disinfektan Pasar dan Fasilitas Umum


#jack, tebing-tinggi

Upayamemutus mata rantai penyebaran Covid- 19 (corona viruses), Pemko Tebing Tinggi melalui Tim Gugus Tugas penangulangan Covid- 19, melaksanakan penyemprotan cairan Vaksin Disinfektan ke pasar pasar dan fasilitas umum di Kota Tebing Tinggi Rabu (25/3/2020) pagi.

Kegiatan penyemprotan cairan Desinfektan dipimpin langsung Sekdako Tebing Tinggi Muhammad Dmiyati selaku Ketua Tim Gugus Tugas didampingi Kadis Kesehatan dr Nanang Aulia Fitra selaku juru bicara penanganan pencegahan penyebaran virus Covid- 19, bersama Kadis Kominfo Deddi Siagian, Koramil 13 Kapten Budiona, Satpol PP serta jajaran petugas medis.

Penyemprotan cairan Vaksin Disinfectan dilakukan diruang-ruang fasilitas umum seperti Pasar Gambir, pasar Kain, pasar Hongkong, pasar Inpres serta Mesjid Agung dan Mesjid Raya.

” Penyemprotan ruang fasilitas umum adalah prioritas kita untuk mencegah penyebaran Covid- 19, kata Sekdako Muhammad Dmiyati pada awak media.

Namun, untuk pencegahan bukan hanya dari Pemerintah saja, tapi harus dibantu oleh masyarakat. Untuk itu, masyarakat harus sadar dengan cara menjaga kebersiah diri sendiri, keluarga serta lingkungan masing masing. Kemudian untuk tidak bepergian keluar rumah jika tidak penting serta tidak membuat dan mendatangi keramaian, sebut Dmiyati.

” Pemutusan Mata Rantai Penyebaran Virus Corona Mulai dari Diri Sendiri ” , terang Sekdako Tebing Tinggi.

Dari data hasil pantauan dan laporan dari Dinas Kesehatan selaku juru bicara penangulangan dan pencegahan Covid-19 Kota Tebing Tinggi per tanggal 24 Maret 2020 sampai pukul 22.30 WIB, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih 0 alaias NEGATIF, sebut Dmiyati.

Lanjut Dmiyati, dari hasil pantauan atau Monitoring dari Tim, untuk kesehatan warga kota Tebing Tinggi yang baru pulang bepergian dari Negara/Daerah terjangkit COVID-19 ada sebayak 84 orang. Dari 84 orang tersebut, akan kita monitoring selama 14 hari kedepan, terangnya.

Masa Inkubasi sejak tanggal kepulangan ke 84 warga tersebut ke kota Tebing Tinggi, sampai berita ini dikirim, masih dalam kondisi sehat dan tidak ada gejala seperti demam , batuk , flu serta gangguan penyakit Infeksi saluran pernafasan, terang Dmiyati.

Menanggapi isu adanya penutupan pasar, itu adalah hoaks. Namun untuk masyarakat, Sekda mengimbau apabila ke pasar, untuk menjaga jarak perseorangan, tidak berbondong bondong dan tidak melakukan pembelian yang berlebihan.

Dimiyati meminta dan berpesan kepada masyarakat untuk tidak terhasut oleh Hoax atau berita palsu. Jangan panik tapi harus tetap waspada, ujarnya menuntaskan.