Minggu, 8 December 2019

Proyek Bronjong Sungai Mencirim Dikerjakan “Asal Jadi”


#eka malinda, binjai

Diduga asal jadi dan tak sesuai standart, proyek pembangunan bronjong di Jalan Syeh Samah, Lingkungan IV, Kelurahan Setia, Binjai Kota roboh.

Dampaknya, air Sungai Mencirim merembet ke permukaan dan mengenangi rumah-rumah warga.

Robohnya bronjong diduga tidak dikerjakan dengan baik, sehingga rubuh ketika menahan volume dan derasnya arus ketika hujan deras dengan intensitas tinggi seban tiga hari belakang. Ironinya, proyek bronjong baru dikerjakan kurun 60 hari.

Belum juga tiga bulan terbangun, proyek bronjong yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Binjai ini telah roboh, bahan bebatuan pun masuk ke dalam aliran Sungai Mencirim. Bronjong berupa anyaman kawat baja berisi semen dan batu-batu amblas.

Berdasarkan papan plang proyek, pembangunan bronjong dikerjakan oleh CV Buana Perkasa. Di mana pagu anggaran kontrak Rp 562.632.500, dan proyek dilaksanakan dengan adanya pendampingan tim pengawal dan pengaman pemerintah dan pembangunan daerah dari Kejaksaan Negeri Binjai. "Masih terbilang baru kali ini dikerjakan orang proyek itu. Ya kira-kira sudah berjalan sebulan. Kemarin ada hujan tiga hari berturut-turut, disitu lah roboh," ujar warga berinisial Jhoni, Selasa (12/11/2019).

Warga sangat kecewa dan menyesal kinerja kontraktor yang terkesan membiarkan bronjong roboh tanpa perbaikan kembali. Warga menduga pengerjaan proyek disinyalir adanya dugaan korupsi anggaran dan bahan-bahan. "Seperti ini lah kerja kalau korupsi. Belum lagi berfungsi sudah roboh, padahal masih baru kali ini. Kami kecewa lah. Semoga cepat lah diperbaiki lagi, karena belum habis masa pengerjaan," beber warga setempat lainnya.

Tak hanya rumah warga yang terdampak, Masjid Al-Iltihad Kelurahan Mencirim, Binjai Timur ikut juga. Ketua BKM Masjid Al-Iltihad, Ardiansyah Putra mengatakan, air sudah menggenangi sekeliling masjid. "Kalau hujan deras panjang air sudah mengepung halaman masjid, meski belum masuk ke dalam masjid. Kita berharap air segera surut dan proyek diperbaiki," ujar Ardiansyah.

Informasi dihimpun, pemborong proyek dengan Konsultan CV Abdi Kriasi mengalami permasalahan internal. Pelaksana pembangunan Bronjong ditenggat waktu selama 120 hari kerja untuk menyelesaikan pengerjaan bronjong.

Kepala Dinas PUPR Kota Binjai, Elvi Kristina dikonfirmasi terkesan  tidak bergeming dan tidak merespon adanya informasi ini. Elvi terkesan bungkam ketika sejumlah info dan data foto-foto proyek 'gagal' ini disampaikan kepadanya.***

Foto : Bronjong di Kelurahan Setia,Kecamatan Binjai Roboh.(Foto inimedanbung/Eka Malinda)