Kamis, 21 November 2019

Perjuangan Masyarakat

Listrik Bukit Kijang Disetujui Pihak Terkait


#jaka, asahan

Kebutuhan Listrik di Dusun III Bukit Kijang Desa Gunung Melayu Kecamatan Rahuning Kabupaten Asahan akhirnya disetujui Pemkab Asahan dan PT Lonsum dan direncanakan tahun ini jaringan akan dibangun.

Hal itu diungkapkan  Plt. Bupati Asahan H. Surya, B.Sc., usai melaksanakan Rapat Tertutup bersama Forkopimda dengan melibatkan pihak PT Lonsum, terkait pembebasan lahan untuk jaringan listrik, Kamis (22/8/2019) di Kisaran.

Surya mengatakan, bahwa hasil kebijakan PT Lonsum, tidak meminta ganti rugi dan semua itu dikarenakan miss-komunikasi aja. Pemkab akan memperbaiki surat-surat administrasi. Sehingga nanti  PT Lonsum akan menindaklanjuti ke pihak jajaran Direksi dan pemegang  saham.

"Insya Allah,mudah-mudahan tahun ini pembangunan jaringan listrik di Dusun III Desa Bukit Kijang, bisa dilakukan," jelas Surya. 

H. Surya menegaskan, bahwa masalah ini dianggap selesai dan menunggu proses administrasi pihak PT Lonsum, karena PLN tidak bisa membangun jaringan bila tidak ada izin tertulis dari pihak Lonsum.  "Ini akan segera secepatnya dilaksanakan," katanya.

Disinggung dengan beberapa wilayah permukiman masyarakat terpencil yang belum masuk jaringan listrik, H. Surya mengatakan, akan tetap mengupayakan dengan PLN, karena sejak 2014 Pemerintah daerah tidak bisa menganggarkan untuk jaringan listrik masuk ke desa. 

"Sebelum 2014 kita setiap tahun menganggarkan untuk listrik gratis kepada masyarakat dan bila perlu jaringan juga kita bantu. Namun sejak 2014 kita tidak boleh lagi," jelas Surya. 

Sementara Kepala Cabang PT Lonsum Medan Indra Febriadi mengatakan, bahwa sebenarnya PT Lonsum sudah menanggapi permintaan pelepasan lahan untuk jaringan listrik. Namun DPRD Asahan meminta pihak PT untuk menghitung ganti rugi terkait kompensasi pohon yang ditumbang sebanyak 288 pohon, dengan nilai Rp 611 juta.

"Sekarang berubah, yang dulunya disuruh ganti rugi dan sekarang diminta untuk diganti dengan cara CSR. Sedangkan CSR perusahaan juga kita jalan," jelas Indra.

Dari hasil rapat tersebut, pihaknya akan melaporkan ke pihak direksi dan pemegang saham PT Lonsum untuk ditindaklanjuti. "Pada prinsipnya kami setuju, namun masalah ini akan diproses administrasi dulu," pungkasnya. ***