Jumat, 20 October 2017

Jalan Tol Medan-Binjai Siap Beroperasi


#jack, medan

Pembangunan jalan tol Medan -Binjai dari gerbang tol Helvetia- Binjai sepanjang 10,6 Km siap dioperasionalkan. Tinggal pembangunan jalan tol seksi Tanjung Mulia sepanjang 3,3 Km masih menunggu proses pembebasan lahan yang ditargetkan akan selesai Desember ini.

Persiapan peresmian jalan tol Medan-Binjai ini ditinjau langsung oleh Gubsu Tengku Erry Nuradi bersama Kadis Pu Bina Marga dan Bina Konstruksi, Abdul Haris, Kadis Perhubungan Sumut, Anthony Siahaan dan turut hadir Pimpinan Proyek pembangunan jalan tol Medan- Binjai Pt Hutama Karya, Hestu Budi.

"Alhamdulillah saat ini kita bisa meninjau jalan tol yang akan diresmikan oleh Presiden dalam waktu dekat. Jalan ini sudah selesai dimulai dari Helvetia hingga Binjai," ujar Erry, Senin (9/10/2017).

Dikatakan Erry, jalan tol ini kondisinya sudah siap untuk diresmikan dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. "Jadi dengan dioperasionalkannya jala. Tol Medan Binjai ini maka dapar menjadi jalur alternatif untuk mempersingkat jarak tempuh.Jika sebelumnya melalui jalur normal Medan Binjai ini bisa memakan waktu satu hingga dua jam,"paparnya.

Lebih lanjut dikatakan Erry, saat ini yang masih menjadi kendala adalah seksi Tanjung Mulia yakni Jalan Kapten Sumarsono sepanjang 3,3 Km yang belum bisa dibangun dikarenakan masih terkendala dengan masalah lahan. "Kalau keseluruhan jalan tol dari Binjai inu bisa menyambung ke jalan tol Tanjung Mulia dan dilanjutkan dari Tanjung Mulia ke Kualanamu dan dari Kualanamu ke Tebing Tinggi," katanya.

Namun saat ini memang masih ada kendala pembebasan lahan di seksi Tanjung Mulia. Hal ini dikarenakan ada tumpang tindih kepemilikan lahan.

"Jadi ini masih ada tumpang tindih masalah lahan, ada masyarakat yang telah lama mendiami kawasan itu, ada yang mengaku memiliki sertifikat tanah, dan ada yang menggugat karena mengaku memiliki grant sultan. Makanya sekarang ada tiga kepemilikan inilah yang sedang kita cari solusinya," ujar Erry.

Kepala Kanwil BPN Sumut, Bambang Priono mengatakan, untuk seksi Tanjung Mulia, jalan Kapten Sumarsono sepanjang 3,3 Km memang masih kendala pembebasan lahan.

Dikatakan Bambang, awalnya para penggarap menduduki lahan sampai memiliki keturunan. Sementara tahun 1973 terbit sertifikat hak milik dan dari enam yang memiliki sertifikat baru tiga yang berhasil dijumpai tim. Tapi terakhir ada juga gugatan di pengadilan sebagai pemegang grant sultan. "Sesuai pasal 86  UU Pengadaan Tanah kalau terjadi sengketa atau perkara maka solusinya adalah konsinyasi," kata Bambang.

Sementara itu, Pimpinan Proyek (Pimpro) jalan tol Medan - Binjai, Hestu Budi mengatakan untuk kondisi eksisting badan jalan sudah 100 persen. Hanya butuh beberapa penyempurnaan saja sebelum operasional dimulai setelah dibuka Presiden Joko Widodo.

"Persiapan kita sudah 100 persen, kalaupun ada yang perlu disempurnakan itu kan tinggal soal kerapian, seperti rumput dan juga ada marka-marka jalan yang harus dirapikan lagi," ujar Budi saat meninjau kesiapan Tol Medan Binjai bersama Gubernur, Senin (9/10/2017).***