Selasa, 21 November 2017

Dinkes Sumut 'Lemah' Bina RS Raih Akreditasi


# jack, medan

Sekretaris lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Sumut Padian Adi Siregar menilai peran Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut dalam mempercepat akreditasi rumah sakit belum maksimal.

"Akreditasi rumah sakit dinilai penting sebagai bentuk jaminan pelayanan kesehatan yang terukur. Hanya saja, peran Dinkes Sumut dalam percepatan akreditasi rumah sakit belum terlihat

bahkan lemah. Padahal sebagai instansi pemerintah, Dinkes Sumut perlu melakukan pembinaan terhadap rumah sakit yang ada di daerah ini," kata Padian Adi Siregar di Medan, Rabu (07/06/2017).

Idealnya, kata Padian, Dinas Kesehatan memiliki kepentingan besar dalam menciptakan standar kualitas operasional rumah sakit yang dikuatkan melalui akreditasi.

"Justeru, Dinkes Sumut tidak hadir dalam persoalan ini. Memang sungguh beralasan karena masih ada rumah sakit yang tidak mendapatkan akreditasi karena pemerintah tidak hadir," katanya.

Salah satu bentuk pembinaan yang perlu dilakukan Dinkes Sumut terhadap rumah sakit adalah di bidang pengawasan. "Artinya, Dinkes Sumut harus lebih peduli atas keberadaan rumah sakit dalam menjalankan pelayanan kesehatan masyarakat.

Kepedulian Dinkes bisa mempercepat rumah sakit mendapatkan akreditasi. Selama ini kan kesannya rumah sakit seperti ditinggalkan tanpa ada pembinaan," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut Agustama mengaku pada 2017 ini baru 51 rumah sakit yang sudah terakreditasi versi 2012. Namun begitu, ia mengaku pihaknya terus mendorong agar semua rumah sakit di Sumut khususnya RSUD dapat terakreditasi.

Menurut Agustama, Dinas Kesehatan tetap berusaha mendorong, membimbing, membina dan memfasilitasi rumah sakit yang ingin melakukan akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

"Tapi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena rumah sakit terlebih dahulu memiliki aspek SDM, sarana dan fasilitasnya. Apa pun yang kita lakukan, kalau itu tidak didukung, ya tentu mana bisa," tandasnya. ***