Sabtu, 23 March 2019

Ciptakan Medan Bersih Sampah

Pemko Ajak Warga Wujudkan Budaya Bersih


#wasgo, medan

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mewujudkan Kota Medan bersih dari sampah dengan membangun peradaban.  Artinya, membangun kesadaran individu, rumah tangga dan masyarakat bahwa sampah adalah ancaman nyata bagi kehidupan manusia. Oleh karenanya sampah harus dikelola dengan baik.

Demikian disampaikan Rektor  Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam Rapat Bulanan Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Medan yang kali ini mengusung tema, “Peradaban Budaya Bersih dan Sampah Tanggung Jawab Bersama” di Balai Kota Jalan Kapten Maulana Lubis beberapa hari lalu.

Membangun kesadaran seperti itu, jelas Agussani, dapat dilakukan melalui berbagai media dan kesempatan seperti seminar, diskusi, festival, materi khotbah, penelitian dan perlombaan kebersihan. Selain itu bis ajuga dilakukan dengan melakukan cara-cara teknis yang lebih menantang dan kreatif di antaranya dengan menggagas tokoh-tokoh pelopor peradaban bersih tingkat masyarakat, sekolah (SD, SMP dan SMA) dan peguruan tinggi.

“Tokoh pelopor ini diperlombakan dengan kriteria dan persyaratan  yang sebelumnya sudah ditentukan. Untuk mendapatkan tokoh ini, masyarakat bisa bersinergi dengan pihak akademisi atau kampus. Dari pencarian tokoh pelopor inilah diharapkan munculnya semangat kesadaran membangun peradaban bersih tersebut,” kata Agussani.

Pendapat Agussani dikuatkan dengan saran dari Rektor Universitas Negeri Medan selaku Ketua DRD Kota Medan Prof Dr Syawal Gultom. Dikatakan Syawal, keterlibatan masyarakat pada peradaban budaya bersih sangat menentukan. Untuk itu diperlukan strategi  yang simultan pada tiga domain yakni masyarakat harus sadar bahwa kerja bakti setiap Minggu wajib digalakkan kembali.

Kemudian tambah Syawal lagi, tempat bekerja dan kantor harus dimanfaatkan sebagai leading sector dan percontohan tentang peradaban tersebut. “ Di samping itu sekolah dan perguruan tinggi mendidik pelajar dan mahasiswa agar sadar bahwa membersihkan sampah itu untuk keindahan  dan kesehatan serta sumber kesejahteraan lewat pariwisata. Selain itu peradaban bersih itu bagian dari iman,”  ungkap Syawal.

Sementara itu menurut Drs Hasan Basri MM  selaku anggota DRD Kota Medan, membangun peradaban budaya bersih harus dimulai dari diri masing-masing. Kemudian peran pimpinan keluarga (ayah dan ibu) sangat dibutuhkan dalam menanamkan budaya bersih dengan mencontohkan pola hidup bersih, sehat dan menempatkan sampah pada tempatnya pada seluruh anggota keluarga. ***

FILE FOTO: RISET