Senin, 18 November 2019

Bupati Asahan : Pujakesuma dapat Membina Kesatuan dan Persatuan


#jaka, asahan

Bupati Asahan H. Surya, B.Sc. mengharapkan warga Pujakesuma di Asahan khususnya Kecamatan Rahuning, Bandar Pulau dan Aek Songsongan terus membina kesatuan dan persatuan serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan visi dan misinya.

Harapan itu disampaikan H. Surya saat mengunjungi acara kenduri Suro-an warga Pujakesuma tiga kecamatan tersebut, Sabtu (28/9/2019) di halaman Kantor Camat Aek Songsongan.

Surya mengatakan, kenduri Suro-an atau bersih kampung yang secara umum merupakan peringatan Tahun Baru Islam (1 Muharam) diperingati hari ini merupakan budaya leluhur yang harus dilestarikan.

“Kegiatan istilah resik kampung bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam yang selalu dilaksanakan tiap tahun. Ini dimaksudkan agar hati warga masyarakat  bersih hatinya tanpa ada rasa iri dengki dan niat-niat yang tidak baik. Menjaga perdamaian, kerukunan dan keguyuban demi mencapai kemakmuran bersama.”ujar Bupati.

Surya juga mengajak seluruh warga Pujakesuma untuk terus membudayakan semangat bergotong royong demi menjaga kerukunan, mempersatukan perbedaan dan menjadikan Kabupaten ini sebagai Kabupaten yang hebat.

“Mari kita terus membudayakan semangat bergotong royong, menjaga kerukunan, mempersatukan perbedaan, untuk bersama sama menjadikan Kabupaten Asahan yang lebih hebat dari Kabupaten yang lainnya," pungkasnya.

Ketua DPD Pujakesuma Kabupaten Asahan Rianto, S.H., M.A.P. menyampaikan, bahwa seluruh warga Pujakesuma berkomitmen memelihara sinergitas antara Pemkab, TNI dan Kepolisian dalam menciptakan Kondusifitas di Negara Kesatuan RI khususnya di Kabupaten Asahan.

Lanjut Rianto, tradisi satu Suro menitikberatkan pada ketenteraman batin dan keselamatan. Karenanya, pada satu Suro biasanya selalu diselingi dengan ritual pembacaan doa dari semua umat yang hadir merayakannya. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan berkah dan menangkal datangnya marabahaya.

"Sepanjang bulan Suro masyarakat Jawa meyakini untuk terus bersikap eling (ingat) dan waspada. Eling disini memiliki arti manusia harus tetap ingat siapa dirinya dan dimana kedudukannya sebagai ciptaan Tuhan. Sementara, waspada berarti manusia juga harus terjaga dan waspada dari godaan yang menyesatkan," ujar Rianto menirukan ucapan Dewan Penasehat Pujakesuma Kab. Asahan H. Endang Ngadimin.

Pantauan inimedanbung.com, acara tersebut diawali dengan pawai takruf dari 3 kelompok pengajian dan menghadirkan Ustad Drs. Saimin untuk memberikan tausyiah terkait dengan kisah 1 Muharram dalam Islam.

Turut hadir, Ketua dan Pengurus  DPD Pujakesuma Kabupaten Asahan, sejumlah OPD, Dewan Penasehat Puja Kesuma Asahan, ketiga Camat terkait dan Forkopimcam. ***