Selasa, 21 November 2017

Banjir Landa 3.579 KK Permukiman Warga di Langkat

Gubernur Tinjau Kondisi Banjir Langkat


#boy, langkat

Kehadiran Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Dr HT Erry Nuradi di lokasi banjir Kabupaten Langkat di dua kecamatan, Babalan dan Sei Lepan disambut haru ratusan warga pengungsi. Selain memberikan bantuan kepada korban banjir, Erry juga meninjau langsung kondisi permukiman yang sudah terendam air sejak awal pekan lalu.

“Jadi daerah ini cukup banyak terkena dampak banjir. Selain karena tingginya curah hujan beberapa hari lalu, tingginya air juga karena di laut sedang terjadi pasang perdani, sehingga air dari atas tidak mengalir secara normal dan menggenangi kawasan pemukiman warga,” ujar Gubernur saat meninjau lokasi banjir didampingi Kepala Dinas Sosial Rajali, BPBD Sumut, Sekdakab Langkat Indra Salahuddin, Kadis Sosial Langkat Rina W Marpaung, serta Camat Babalan Yafizham Parinduri, Jumat (10/11/2017).

Di lokasi dapur umum yang berada tepat di atas timbunan tanah proyek rel kereta api Trans Sumatera Itu, Gubernur juga menyempatkan diri duduk dan makan bersama di bawah tenda darurat yang didirikan oleh tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Langkat, binaan Dinas Sosial Sumut. Selain itu, Erry juga berkeliling dan menyapa langsung warga yang bertahan di dalam rumah panggung menggunakan sampan.

“Saya bersyukur bisa langsung meninjau kondisi banjir di sini, melihat sekaligus merasakan apa yang dialami masyarakat. Tentu kita berdoa agar air laut bisa segera surut dan aliran bisa normal kembali, dan masyarakat kembali ke rumah masing-masing,” sebutnya.

Berdasarkan data yang diterima lanjut Gubernur, dua kecamatan yang terkena dampak banjir sebanyak kurang lebih 3.579 Kepala Keluarga (KK) yakni 2.660 KK di Kecamatan Babalan dan 919 KK di Kecamatan Sei Lepan. Kondisi yang sudah empat hari dialami warga ini sebelumnya terjadi 11 tahun lalu pada 2006. Sehingga pemerintah dalam hal ini melakukan upaya memberikan bantuan seperti pengadaan dapur umum, pos kesehatan dan bantuan yang bersifat darurat lainnya bersama dengan dinas terkait di Kabupaten Langkat, termasuk juga untuk penanganan pasca banjir.

“Untuk penanganan pasca banjir nanti akan didata infrastruktur yang rusak misalnya jalan, sekolah, bangunan umum yang digunakan untuk masyarakat. Itu akan dikelola, baik oleh pemkab maupun pemprov tergantung porsinya.

Sementara Kadis Sosial Sumut Rajali mengatakan saat ini untuk bantuan berupa beras, sudah disiapkan masing-masing 50 ton untuk setiap kabupaten/kota. Dalam hal penanganan kondisi darurat, akan disiapkan jatah sebanyak 400 gram beras per jiwa untuk satu hingga dua pekan. Sedangkan untuk personil Tagana, sebanyak 40 orang diturunkan untuk siaga menangani para pengungsi dan warga yang membutuhkan bantuan, khususnya di dapur umum. “Untuk itu kita sudah minta agar kabupaten segera mengirimkan laporan berapa kebutuhannya, jadi kita bisa meminta bulog mengirimkannya ke masyarakat langsung,” sebutnya. ***