Selasa, 21 November 2017

Bahas Stok Bahan Pokok Jelang Ramadhan

Gubsu dan Kapolda Vicon dengan Kapolri dan Menteri


# jack, medan

 Jelang bulan suci Ramadhan akhir Mei mendatang, pemerintah melakukan antisipasi lonjakan harga bahan pokok yang kerap memberatkan masyarakat setiap kali menghadapi hari besar keagamaan.

Dalam hal ini ditegaskan bahwa akan ada penindakan terhadap spekulan penimbun barang.

Upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas bahan pangan oleh pemerintah dilakukan melalui kegiatan video conference (vicon) Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf di Markas Besar Kepolisian RI, Rabu (3/5), diikuti sejumlah Gubernur dan jajarannya, Kapolda, Kapolres serta bupati/wali kota se-Indonesia. Selain itu juga diikuti Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang sedang berada di Semarang Jawa Tengah.

Membuka vicon, Tito mengatakan langkah persiapan ini atas perintah Presiden RI Joko Widodo yang meminta perlunya kesiapan menghadapi ramadhan dan lebaran. Selain sembako, juga ditekankan arus musik dan arus balik. Namun yang paling utama adalah komitmen untuk mengendalikan harga sembako.

"Kita sepakat dengan Mendagri, Mentan, Mendag dan KPPU, kita komitmen dengan Presiden untuk mengendalikan harga sembako. Karenanya video conference ini dilaksanakan di Mako Brimob Polda se-Indonesia," sebut Tito disaksikan Gubernur Sumut HT Erry Nuradi dan Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di Mako Brimob Polda Sumut Jalan Wahid Hasyim Medan.

Diaktakan Tito, persoalan kenaikan harga jelang hari besar selama ini adalah disparitas dan distribusi. Jadi antara ketersediaan pasokan bahan pangan seringkali tidak sesuai dengan yang ada di lapangan. Sebab ada kemungkinan hal tersebut karena tindakan para spekulan yang sengaja menimbun barang agar harga komoditas tertentu seperti beras, gula, daging, minyak goreng dan barang sembako lainnya.

"Upaya kita adalah pencegahan dan penindakan hukum. Untuk pencegahan dilakukan seperti operasi pasar  dan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Sementara untuk penindakan, kita akan gebrak siapapun pelaku spekulan yang sengaja menimbun aja memainkan harga. Kalau ada gebrakan dilakukan kepada kartel dan spekulan, tokoh diekspose agar masyarakat tahu, kita tidak main-main," sebut Tito.

Sementara Gubernur Sumut HT Erry Nuradi menyebutkan perlunya sinergitas seluruh pihak terkait dalam mempersiapkan ketersediaan bahan pangan dan stabilitas harga pangan sembako di Sumut menjelang hari besar keagamaan. Sebab dalam hasil tinjauan dirinya dua hari lalu di sejumlah tempat bersama Mendag Enggartiasto Lukita, stok pangan Sumut cukup, bahkan untuk beras masih mencukupi sampai lima bulan ke depan.

"Secara nasional Indonesia satu hal positif, inflasi kita 1,2 persen. Kita tahu memang menjelang ramadhan ada peningkatan demand (tuntutan kebutuhan). Karenanya kita harus memastikan produksi seperti panen dalam waktu dekat. Jangan sampai harga seperti cabe tahun lalu, sangat 'pedas'. Jadi produksi dan stok harus kita jamin," ujar Gubernur didampingi Kadis Perindag Alwi Sitorus, Kadiskanla Zonny Waldi, Kadis Perhubungan Anthony Siahaan, Kabiro Ekonomi Ernita Bangun dan Kabag Humas Indah DK.

Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, sesuai arahan Kapolri, pihaknya akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang terdiri dari lintas lembaga diantaranya dari kepolisian, Dirkrimsus, Dinas Perdagangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perhubungan, Bulog dan KPPU.

"Jadi langkahnya adalah pencegahan terjadinya spekulasi dan penimbunan. Langkah kedua adalah penindakan hukum, tegas. Namanya juga Satgas, akan ada tindakan," ujar Rycko.

Sebelumnya Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebutkan bahwa stok bahan pangan cukup. Sehingga tidak ada alasan ada kenaikan harga bahan tersebut menjelang ramadhan. "Kalau ada harga naik, berarti ada yang coba macam-macam," sebutnya.

Begitu juga Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang berada di Semarang mengatakan pihaknya harus memastikan agar bahan pangan tidak dispekulasi dan ditahan. Bahkan beberapa bahan pokok telah di tetapkan harga eceran tertinggi seperti gula (Rp12.500), minyak goreng curah (Rp10.500) dan komoditas lainnya. "Harga itu tetap menjaga keuntungan antara produsen dan konsumen," katanya.

Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti menyebutkan pihaknya telah menyiapkan beras 2,170 juta ton, 40 ribu ton daging dan 400 ribu ton gula. Selain stok, perusahaan plat merah itu juga siap mendistribusikannya ke titik yang membutuhkan. Sehingga dirinya berharap kekurangan pasokan bisa langsung diinformasikan segera agar dilakukan pengisian.  ***