Sabtu, 16 February 2019

Tim Gabungan Sita 73 Kilo Sabu dan Pil Exstasi


#hendrik-rompas

Tim gabungan dari BNN Pusat,Kepolisian,TNI AL dan TNI AD berhasil menggalkan usaha penyeludupan sabu sabu sebanyak 73 kilo dan pil Extasi sebanyak 10 ribu butir yang diangkut kapal kayu KM.Karibia.

Sabu sabu sebanyak 73 kilo dan pil Exstasi ini asalnya dari Tailand diseludupkan ke Malaysia kemudian dari Malaysia diseludupkan ke Indonesia ke Aceh untuk dipasarkan ke Indonesia terutama ke Propinsi Sumatera Utara.

Sabu dan pil Exstasi tersebut merupakan jaringan Internasional di Medan yang mengendalikan Ramli Bin Arbi alias Bang Ali yang saat ini berada di LP TJ Gusta Medan di Hukum seumur hidup dalam kasus yang sama ditahun yang lalu.

Kasus sabu sabu sabu sebanyak 73 kilo dan pil Exstasi sebanyak 10 ribu butir ini melibatkan keluarga antara lain Ramli Bin Arbi alias Bang Ali yang saat berada didalam LP selaku ayah dari Metaliana (38) warga Blang Siguci Dusun Colok Geulima Kelurahan Gampong Jawa Kec Idi Rayeuk Aceh Timur.Kemudian Metaliana melibatkan suaminya Samsul Bahari alias Pun untuk menjemput barang tersebut kelaut menggunaka kapal kayu miliknya.

Kemudian Samsul Bahri memerintahka saudaranya masing masing Muhammad Zubir dan Muhammad Zakir saudara saudaranya untuk membawa kapal KM.Karibia berangkat kelaut menemui Sepekboat yang membawa sabu sabu dan Pil Exstasi dan setelah bertemu kemudian sabu sabu dan pil Exstasi tersebut dipindahkan keatas kapal mereka dan membawanya keperairan Aceh.

Petugas gabungan dari BNN Pusat yang menerima informasi langsung melakukan pencarian kapal tersebut menggunakan kapal patroli milik Bea dan Cukai.Tapi kapal tersebut menghilang dan baru tanggal 10 Januari 2019 kapal baru bisa terangkap diperairan Aceh. ***

Foto sabu sabu dan pil esxtasi