Minggu, 22 October 2017

Palsukan Tanda Tangan Ibu Kandung, Zainul Dipolisikan


# lia, binjai

Sungguh malang nasib Saiyah, warga Lingkungan I, Kelurahan Jati Makmur,Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai. Seorang nenek yang kini berusia 100 tahun lebih ini harus mengalami penderitaan di penghujung hidupnya. Nek Saiyah yang sudah puluhan tahun menjanda ini,bukannya mendapat kasih sayang dan perlindungan dari sang anak, Ia malah menerima perlakuan yang sangat menyakitkan dari anak kandungnya sendiri (Zainul Barus) yang tanpa izin darinya (Saiyah ), Zainul Barus nekad menjual tiga bidang tanah peninggalan almarhum suaminya Amat Barus yang terletak di Jalan T.Amir Hamzah, Lingkungan I, Kelurahan Jati Makmur,Kecamatan Binjai Utara, kepada pihak ketiga.

Saiyah yang didampingi anak bungsunya Sahrul Barus (40), ketika diwawancarai di kediamannya jalan T.Amir Hamzah, Binjai Utara, Senin (11/9/2017), menjelaskan tiga bidang tanah yang telah dijual anak kandungnya Zainul Barus, pertama seluas 542,25 m2, beserta 4 pintu rumah sewa, kedua seluas 295,10 m2, dan ketiga seluas 180 m2 beserta satu unit rumah. Jual beli itu terlaksana berdasarkan surat kuasa tanggal 26 Februari 2014 yang diduga memalsukan tanda tangannya dan ahli waris lainnya.

Sementara saya bersama ahli waris lainnya tidak pernah memberikan kuasa menjual bidang tanah kepada Zainul Barus, apalagi membubuhkan tanda tangan pada surat kuasa."Diakuinya memang ada meminta bantuan Zainul untuk mencarikan pinjaman uang untuk mengurus tanah warisan, tapi bukan untuk dijual, kata Saiyah yang diamini Sahrul Barus.

Menurut Sahrul Barus, salah satu ahli waris, bahwa terjadinya jual beli tiga bidang tanah ini, menyebabkan kerugian sekitar Rp  3 miliar. Tindakan nekad Zainul Barus yang berujung ke ranah hukum,diduga kuat karena paksaan seorang oknum  mafia tanah di Kota Binjai.

Sejak mendengar tanah peninggalan orang tua dijual Zainul Barus kepada pihak ketiga, seluruh ahli waris lainnya berang dan ngamuk tak karuan, apalagi tanda tangan ibunya Saiyah dan ahli waris lainnya telah dipalsukan dalam surat jual beli tanah tersebut, ungkap Sahrul Barus.

Lanjut Sahrul Barus, merasa dirugikan dan tidak pernah ada menjual tanahnya,

akhirnya ibunya Saiyah melaporkan abang kandungnya (Zainul Barus ) ke SPK Polres Binjai dengan STPL  No.Laporan STPL/316/X/2014/SPKT pada 1 Oktober 2014, yang ditandatangani Kanit II SPKT Aiptu Esron Siahaan.

Ahli Waris berharap aparat Polres Binjai untuk bertindak profesional dan proporsional dalam penanganan kasus ini. Kami telah melaporkan kasus tindak pidana Pemalsuan tanda tangan ke Polres Binjai, namun hingga saat ini penanganan kasusnya 'mengambang' atau belum ada tindak lanjutnya, ujar Sahrul Barus kecewa.

Aparat kepolisian semestinya sudah bisa menetapkan siapa saja yang terlibat dalam jual beli tanah tersebut. " Kami masyarakat awam, sangat berharap, polisi bertindak jujur dan adil memproses kasus pemalsuan ini," kata Sahrul Barus.

Zainul Barus yang dituding memalsukan tanda tangan ketika dikonfirmasi di kediamannya Desa Selayang,Kecamatan Selesai,Kabupaten Langkat, Minggu (10/9) sore,membenarkan dan  mengakui adanya laporan pengaduan dari ibu Kandungnya sendiri Saiyah.  ”Iya memang benar saya (Zainul Barus) telah dilaporkan ke Polres Binjai terkait adanya  tindak pidana pemalsuan tanda tangan Saiyah dan beberapa ahli waris ,” ujarnya.

Menurut Zainul Barus,pihak penyidik Polres Binjai sudah empat kali memanggilnya  untuk dimintai keterangan. ”Saya tetap koperatif setiap ada undangan pemanggilan dari pihak penyidik ,” papar Zainul.***

Foto : Saiyah saat diwawancarai dikediamannya.