Selasa, 21 November 2017

KRI KS Tubun Tangkap 2 Kapal Ikan Asing


#hendrik-rompas

Kapal Perang Indonesia KRI Karel Satsuit Tubun (KST) 356 Jenis Fregat Van Speijk termasuk Jakaran Satuan Kapal  Escorts Koarmatim yang dikomandani oleh  Kolonel Laut (P) Nanan Isnandar AL 96 saat melaksanakan oprasi Samakta Udaya 2017 BKO Guspurlarmaabar menangkap 2 Kapal ikan asing berbendera Tailand dikawasan Selata Malaka (16/10/2017) pagi.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut kedua kapal ikan asing berberdera Tailand bersama 8 orang ABK ( Anak Buah Kapal ) dan ikan campuran sebanyak 2 ton diseret ke Pangkalan Utama  Lantamal l Belawan.

Menurut keterangan Komandan Gugus Tempur Laut Armada Barat Republik Indonesia Laksamana Pertama,Arsyad Abdullah,Se kedua  ikan asing berbendera Tailand Dan menggunakan dokumen perijinanan dari Malaysia. Kedua kapal ikan asing ini saat ditangkap kapal KRI Karel Satsuit Tubun saat melakukan pencurian ikan dikawasan Zona Ekonomi Eklusif Republik Indonesia pada Posisi 05 1046 U -099 01 49 T dan 05 10 42 U- 10 42 099 02 50 T di perairan Belawan.

Kedua kapal ikan asing ini masing masing PKFB 1190 dan PSF 2493 (U) saat ditambat didermaga Lantamal l Belawan sedangkan kedelapan orang ABKnya masih dalam pemeriksaan petugas Lantamal l Belawan.

Kedelapan orang ABK kapal ikan asing ini diduga melamggar Pascal 93 ayat 2 jo pasal 85 104 Undang Undang RI NO.45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang Undang no.31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak 20 milyar rupiah. 
Setiap orang yang memiliki dan atau mengoprasikan kapal menangkap ikan berbendera asing,melakukan penangkapan ikan di ZEEI yang tidak memiliki SIPI sebagaimana dimaksud dalam Pascal 27 ayat 2 diancam dengan pidana hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak 20 milyar rupiah. ***

Foto kedua kapal ikan asing. ***