Selasa, 21 November 2017

Karena Surat Klarifikasi Masyarakat Dipalsukan

Akhirnya Dugaan Penyimpangan ADD/DD Ke Polres Langkat


# boy, langkat

Dugaan penyimpangan pengunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) anggaran Tahun 2015  Desa Cempa Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat,  diadukan  masyarakat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat di Stabat pada tanggal 22 April 2016 secara tertulis yang ditandatangan oleh 12 orang perwakilan masyarakat Desa Cempa. 

Kemudian  pengaduan masyarakat tersebut tentang dugaan penyimpangan DD di Desa Cempa, akhirnya langsung diperoses pihak Kejari Langkat dengan  memanggil masyarakat pelapor yang ketika itu ditangani oleh Kepala Seksi (Kasi) Erik Yusditira. 

Tetapi  belakangan ini ada seseorang yang mengaku sebagai masyarakat Desa Cempa menyampaikan surat klarifikasi pembatalan pengaduan tentang dugaan penyimpangan ADD/DD tahun 2015  Desa Cempa ke pihak  Kejari Langkat pada  tanggal 15 Agustus 2016 oleh Siddiq Bangun. 

Padahal yang bersangkutan Siddiq Bangun tidak pernah membuat surat klarifikasi yang dimaksud,jadi surat klarifikasi pembatalan pengaduan masyarakat itu yang disampaikan ke Kejari Langkat diduga hanya akal akalan oknum Kepala Desa dan kroni-kroninya,papar Sidik pada sejumlah wartawan, Rabu (1/11/2017) di Stabat. 

Menurut  Sidik Bangun, “ saya membantah keras kalau saya yang membuat surat klarifikasi atau pembatalan pengaduan tentang dugaan penyimpangan ADD/DD Desa Cempa tahun 2015 “, karena itu uang negara yang diperuntukkan untuk kemajuan Desa dan kesejahteraan masyarakat.Menurut Sidik Bangun ejaan,nama saya aja pada surat klarifikasi sudah salah,umur dan alamat juga salah.katanya. 

Disurat klarifikasi dengan tulisan tangan itu nama saya dibuat Siddiq Bangun,umur 50 tahun,alamat Dusun.IV,padahal nama saya sesuai dengan KTP Sidik Bangun,umur 61 tahun dan alamat Dusun V dan jelas ini adalah rekayasa oknum Kades dan kroni-kroninya.Saya juga tidak pernah ketemu dengan para saksi dalam surat klarifikasi tersebut seperti,Maulana Maududi.SHI,Baharuddin,Syamsidar.S.sos,H.Agustian Lukman.SE,Umar Bakti dan Syahidin,atau kepala Desa ini sama sekali tidak pernah ketemu dan bermusyawarah.  

Kemudian setelah saya mendapat copy surat klarifikasi,selanjutnya saya pertanyakan di Kejari Langkat pada tanggal 25 September 2017 ditemani oleh Soldin juga sebagai salah seorang pelapor yang diterima oleh Jaksa Andi Sahputra Sitepu.SH di ruang Kasi Intel dan  membenarkan adanya surat klarifikasi dari masyarakat Desa Cempa,saat saya tanyakan.

Dan menurut Andi Sitepu.SH kalau memang itu tidak benar silahkan laporkan ke pihak kepolisian.Atas saran Jaksa saya melaporkan hal ini ke Polres langkat pada 3 September 2017 dan saya sudah di minta keterangan oleh penyidik tipikor Iptu Arwanda Saputra Sembiring pada tanggal 18 Oktober 2017 pukul 10.00 Wib di unit sidik.III tipikor satreskrim Polres Langkat,Pungkas Sidik Bangun. 

Solekan.SE Kades Cempa ketika dikonfirmasi wartawan,Rabu (1/11) melalui telpon selulernya mengakatan kalau yang membuat dan menandatangi surat klarifikasi ya Sidik dan kelompoknya dan saya tanyakan pada Maulana Maududi memang itu Sidik membuat surat klarifikasi,ketika didesak tentang nama hurufnya beda dengan Nama Sidik,mungkin itu salah tulis,alamat Sidik juga salah,kata Kades Dia sering pindah pindah alamat,Ini bapak bukan yang pertama nanyakan hal ini,mungkin sudah yang ke sepuluh kalinya,kata Solekan menjawab pertanyaan  wartawan.***