Rabu, 16 January 2019

Forkopimda Rapat Lintas Sektoral Bahas Pristiwa Tersebut

Pembakaran Al-Quran Melukai Hati Kaum Muslim


# boy Langkat

Peristiwa pembakaran 20 kitab suci Al Quran oleh orang tidak dikenal (OTK) di halaman belakang masjid Nurul Huda Kel Payamabar Kec Stabat Kab Langkat, Senin (24/12) lalu, ditanggapi sangat serius oleh unsur Forkopimda Kabupaten Langkat, guna menangkap pelakunya. 

Hal ini terlihat dilakukannya rapat kordinasi lintas sektoral, terdiri dari Pemerintah Kabupaten Langkat, Polres Langkat, Dandim 0203/Langkat serta para ulama, tokoh agama/masyarakat dan organisasi islam se Langkat, bertempat di Kantor MUI Kabupaten Langkat, Rabu  (26/12). 

Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH diwakili Asisten II Ekbangsos Drs H Hermansyah, pada rapat tersebut, mengaku sangat mengecam keras tindakan dari pelaku, sebab dinilai perbuatanya tidak bermoral serta dapat menimbulkan kegaduhan ditengan masyarakat. 

“Tindakan ini sangat  melukai hati kaum muslimin, serta mencoreng nilai persatuan dan kesatuan NKRI. Untuk kedepan mari kita bersama menjaga, agar peristiwa ini tidak terulang lagi, dikedepan hari,”sebutnya. 

Selanjutnya, Hermasyah menghimbau agar seluruh masyarakat Langkat agar tenang dan tidak melakukan tindakan – tindakan yang merusakan ketentraman, serahkan dan percayakan sepenuhnya kasus ini kepada pihak Polri. 

“Meski demikian, kita juga harus ikut membantu pihak yang berwajib. Bila diantara kita ada yang mendapatkan informasi baru terkait kasus ini, segera sampaikan kepada Polres Langkat, agar dapat ditindaklanjuti, agar dalang dibalik kejadian tak terpuji ini cepat terungkap,”imbuhnya.

Dikesempatan yang sama Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan menegaskan, bahwa pihaknya sejauh ini telah mengambil keterangan dari 10 orang saksi, dalam rangka mencari pelaku, terkait pembakaran mushaf Al Quran tersebut. Namun pihaknya belum bisa menyampaikan hasil dari keterangan para saksi tersebut,  karena para sakasi masih dalam proses diambil keteranganya. 

“Namun kami masih memerlukan keteranan lainnya, untuk itu saya mohon kerjasamanya, jika diatara kita semua menemukan petunjuk baru, diharapkan agara segera melaporkan kepada kami, agar segera kami kembangkan,”imbuhnya.   

Selain itu, Kapolres Langkat menghimbau kepada para ulama, masyarakat, Ormas islam, tokoh agama agar bekerja sama dengan MUI, TNI dan Pemkab Langkat, untuk menjaga kekondusifan dan kenyamanan diwilayah Kabupaten Langkat ini. Diharapkan dengan adanya kerja sama ini, Kabupaten Langkat tetap aman.

Ketua Majelis Ulama  Indonesia  (MUI) Kabupaten Langkat Buya KH Ahmad Mahfudz, pada kesempatan tersebut, juga  menghimbau kiranya masyarakat terutama umat muslim tetap bersabar menunggu hasil dari penyelidikan polisi, dan sama - sama berusaha serta berdoa agar hal tersebut cepat terselesaikan, sehingga cepat dapat diketahui siapa pelaku dan maksud dari pembakaran mushaf Al Quran tersebut.  

“Pihak MUI juga menyerahkan sepenuhnya masalah hukum atas pembakaran Al Quran tersebut ke pihak Kepolisian. Karena kami yakin dan percaya Polres Langkat dapat mengukap kasus ini dengan segera", ujar Buya. 

Pertemuan lintas sektoral tersebut dihadiri oleh Dandim 0203 Langkat Letkol Inf Syamsul Alam didampingi Danunit Lettu ARM Defrinal Chaniago dan Pasi Intel Kapten Kav Selamat Jaya, Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Juriadi dan  Kasat Intelkam Polres Langkat AKP Syahrial, para tokoh agama dan perwakilan keorganisasian islam se Kabupaten Langkat dan undangan lainnya.*** 

Foto: Rapat kordinasi lintas sektoral pembahasan terkait pembakaran mushaf al quran. (*)