Minggu, 21 July 2019

Proyek 1 M Dikerjakan Asal Jadi di Belawan Bahari


#hendrik-rompas, belawan

Warga Lingkungan 8 Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan merasa resah dan heran proyek 1M pembangunan Jalan setapak dikerjakan asal jadi dan lompat lompat.

Keresahan dan keheranan warga dilingkungan 8 Kelurahan Belawan Bahari sebanyak 600 Kepala Keluarga (KK) ini disebabkan pembangunan Jalan setapak yang lebarnya 2 meter ini dikerjakan asal jadi, belum siap disatu tempat sudah pindah ketempat lain dan begitu seterusnya lompat kesana kemari.

Hal tersebut dijelaskan salah seorang warga,Abubakar Ibrahim mewakili warga kepada wartawan ini Selasa (18/06/2019). Proyek senilai 1 milyar ini bantuan dari Kotaku yang dulunya bernama P2KP. Kami di Kelurahan ini hanya mendengar saja saat Kepala Lingkungan 8, Rusman alias Toton memberitahu kami bahwa Jalan setapak ditempat kita ini akan dibangun maka kami merasa gembira.

Masih keterangan Abubakar, Proyek pembuatan Jalan setapak senilai 1 milyar tersebut dikerjakan pada bulan Mei 2018 yang lalu, tapi dikerjakan separo separo. Belum siap disini sudah pindah ketempat lain dan bulan Juli 2018 pekerjaannya dihentikan karena kekurangan dana dan harus menunggu dana lagi.

Sementara itu Kepala Lingkungan 8 Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan, Rusman alias Toton saat dikonfirmasi membenarkan bahwa proyek Jalan setapak yang dicor dengan semen tersebut dihentikan hingga sekarang ini dan tidak tau kapan proyek tersebut akan dikerjakan kembali.

Pengamatan wartawan ini dilingkungan 8 Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan, proyek senilai 1 Milyar ini kini sudah mulai rusak disana sini dan pengerjaan lompat lompat. Belum siap yang satu sudah melompat ketempat lain dan proyek yang ditinggalkan kini digenangi air laut saat pasang.

Proyek yang ditinggal tersebut ada yang panjangnya 50 meter hingga 100 meter. Sementara itu warga disana berharap kepada Pemerintah agar proyek tersebut dikerjakan kembali agar bila warga mau beribadah kemasjid tidak harus menggulung cekana dan mengangkat kain sarung serta menenteng selopnya. ***

Foto terlihat pembanguna jalan setapak yang ditinggalkan. (*)