Rabu, 14 November 2018

Wow, Pengadaan Genset e-KTP Rp 3 Miliar


>> wasgo, medan

Dinas Kependukakn dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kota Medan ternyata tak kapok juga ketika dililit persoalan pengadaan air mineral di 21 Kecamatan se-kota Medan senilai hampir Rp900 juta untuk mendukung kelancaran pembuatan e-KTP. Anggaran tersebut dinilai banyak kalangan cuma pemborosan dan sia-sia.

Kini Disdukcapil secara diam-diam kembali membuat anggaran pengadaan pembelian 21 unit genset e-KTP untuk 21 kecamatan di Kota Medan. Harga pembeliannya cukup fantastis mencapai Rp3.050.000.000 ( Rp 3 miliar lebih). Dengan anggaran sebesar itu, maka untuk pembelian genset sebanyak 21 unit seharga Rp 148 juta per unit.

Pembelian 21 unit genset di Disdukcapil Kota Medan ini tercatat dalam dokumen Laporan Pengawasan Kinerja per Kegiatan tahun 2012 per 31 Desember 2012. Dalam dokumen itu, tercatat pembelian genset pendukung program e-KTP untuk 21 kantor kecamatan dari Disdukcapil Kota Medan.

Mantan Camat Medan Helvetia Reza Hanafiah yang saat ini menjabat Sekretaris Bappeda Kota Medan kepada wartawan Jumat (8/3), mengakui adanya pembelian genset dari Disdukcapil untuk program e-KTP di kantor camat. Namun, dirinya mengaku tidak mengetahui pembelian itu anggarannya mencapai Rp 148 juta per unit.

"Memang ada, genset dibeli dan dipasang di kantor camat. Mesin gensetnya besar, sebesar ukuran sekitar 1,5 meter kali 5 meter. Tapi hanya genset saja. Seingat saya, pembelian hanya genset saja dan tidak termasuk tempat ataupun besi kerangkengnya," kata Reza.

Ditempat berbeda, seorang pejabat Pemko Medan yang pernah menjadi camat enggan namanya disebutkan mengatakan pembelian memang ada. Namun, kapasitas genset pun terbatas meski memiliki mesin besar.

"Bantuan dari Disdukcapil hanya genset saja tidak termasuk besi kerangkeng. Besi kerangkeng itu disiapkan sendiri oleh camat masing-masing. Kemampuan genset terbatas hanya untuk 5 ruangan saja, rung sekcam, ruang camat dan tiga ruangan untuk e-KTP. Panel listrik dari kontraktornya (pelaksana proyek pengadaan_red), " ungkapnya.

Konsultan Listrik Eko Bayu Nugroho menilai genset besar kapasitas 1000 watt/VA bisa untuk satu rumah besar lengkap dengan TV, AC, Kulkas dan barang elektronik lain. Jika, genset hanya dipakai untuk lima ruangan kantor camat, maka hanya diperlukan genset dengan kemampuan 500 VA sampai 700 VA saja.

"Meskipun merek genset dari China atau merek Yamaha itu sama saja. Genset mesin cold diesel itu murah, paling mahal harganya hanya Rp 70 juta. Kalau genset rakitan sendiri harga bisa ditekan sampai Rp 45 juta. Ditambah panel listrik otomatis dan besi kerangkeng paling besar hanya Rp 10 juta. Satu genset biaya produksi hanya Rp 55 juta. Kalau untuk 21 kantor camat, hanya Rp 1,5 miliar sudah mesin paling bagus, " jelasnya.

Sementara itu, Kadisdukcapil Kota Medan Muslim Harahap yang dikonfirmasi membenarkan pembelian 21 unit genset sebesar Rp 148 juta per unit. Muslim menilai harga itu sudah sesuai dengan ketetapan harga dan survey dari dealer resmi.

"Benar Rp 148 juta per unit, sesuai speksifisikasinya dan sudah termasuk pemasangan kerangkeng dan tempatnya. Pengadaannya melalui LPS tender terbuka dan standar harga maupun survey harga dari beberapa dealer yang dapat dipercaya," ujarnya.

Saat ditanya mengenai adanya indikasi mark up dari penentuan harga per unit genset tersebut. Sebab, biaya produksi paling besar hanya sebesar Rp 55 juta dan potensi mark up atau penggelembungan harga mencapai 60%, Muslim membantah adanya mark up.

Bahkan, saat ditanya mengenai adanya permainan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan panitia pelaksana (PPTK) Disdukcapil Kota Medan, Muslim juga membantah dan enggan menjelaskan panjang. "Penetapan harga berdasarkan dealer resmi dan bukan hanya dari satu dealer saja. Jadi, kita juga harus sesuaikannya dengan standar harga. Pengadaan juga dilakukan terbuka " tegasnya.***