Rabu, 18 October 2017

Wakil Ketua KPK Bersama Gubsu Ajak Mahasiswa Jujur dan Integritas


# jack, medan

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang bersama Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menghadiri Seminar Nasional Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH) Medan di Kampus UPH-Lippo Plaza Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (09/08/2017).

“Hadirnya Wakil Ketua KPK RI Bapak Saut Situmorang sebagai keynote speaker dalam seminar hari ini menjadi sangat penting khususnya bagi generasi muda kita yang merupakan calon-calon pemimpin dimasa-masa mendatang. Generasi muda harus menjadi agen perubahan agar negera kita, provinsi kita lebih baik lagi dimasa mendatang,” ucap Gubsu.

Erry menjelaskan, peran Perguruan Tinggi dinilai sangatlah strategis dalam pemberantasan korupsi di tanah air. Sebagai lembaga pendidikan yang diisi generasi muda, para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan di negeri ini.

Hal ini ditandai dengan sejumlah rencana aksi yang telah disepakati bersama Tim Kopsurgah KPK guna mendorong pemberantasan korupsi di Sumut.

 “Seperti kita ketahui Indeks Persepsi Korupsi Indonesia sekitar 37 jauh dibawah negara-negara tetangga kita, khususnya Singapura yang sudah mencapai 80. Rendahnya indeks persepsi korupsi ini terjadi karena memang pemerintahan dan pelayanan publik kita belum maksimal dan perlu dirubah sistemnya. Makanya kita mendorong segala bentuk pelayanan publik dengan berbasis online agar lebih efektif dan transparan untuk mencegah terjadinya tatap muka yang berpotensi terjadinya KKN,” terang Erry lagi.

Sementara itu Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kembali menekankan perlunya intergritas di dalam diri seseorang. Persoalan yang dihadapi bangsa sebelum reformasi tahun 1998 dan juga kini adalah persoalan integritas yang bermuara kepada peningkatan daya saing dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

 “Sejak sebelum reformasi dulu sudah ada UU maupun lembaga yang berwenang untuk korupsi ini. Bukan karena dulu tidak ada UUnya atau Presiden serta DPRnya tidak memiliki visi pemberantasan korupsi tapi karena persoalan integritas. Integritas tidak hanya kita tidak korupsi tetapi juga bagaimana kita meningkatkan daya saing. Integritas itu sesuatu yang tidak pernah berubah dari waktu kewaktu karena didalamnya ada “Tuhan”. Tentu kita akan takut melakukan hal yang dilarang jika menyadari kalau tuhan itu tahu,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Saut juga mengharapkan para generasi muda dan para mahasiswa untuk menanamkan integritas. Karena kelak ditangan para generasi mudalah nasib bangsa ini berada.

“Saya tidak setuju korupsi itu menjadi budaya. Karena budaya itu tentulah hal yang positif dan harus kita jaga. Lakukanlah hal-hal kecil untuk mencegah terjadinya korupsi. Karena dari yang kecil ini biasanya menjadi kebiasaan untuk melakukan hal yang besar. Mari bergabung dengan KPK,”ujarnya Saut.***