Selasa, 21 November 2017

Terkait Status Tersangka Cipta Depari

BKD Binjai Belum Terima Informasi Resmi dari Kejari


#sabar, medan

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kota Binjai, Amir Hamzah mengatakan, BKD Binjai belum mendapatkan informasi apapun  dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana kota Binjai mengenai Cipta Depari.

Tersangka kasus korupsi Alkes RSDU Djoeljam tahun 2012 ini  jarang masuk kerja paska ditetapkan menjadi tersangka, pekan lalu. "Belum ada pemberitahuan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah tempatnya bekerja mengenai keberadaan Cipta," katanya di kantor BKD Binjai, Jalan Mongonsidi, Selasa (14/11/2017). 

Dia mengatakan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana kota Binjai seharusnya sudah mengirim surat tertulis untuk menjelaskan alasan yang bersangkutan tidak masuk kerja. "Tidak masuk kerja lima hari dijatuhi hukuman ringan berupa teguran lisan. Tidak masuk enam sampai 10 hari mendapatkan teguran tertulis sesuai dengan PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS," katanya.

Selain mendapatkan saksi hukuman sesuai tingkatan pelanggaran, Aparatur Sipil Negara juga memiliki peraturan lain mengenai ASN yang terlibat kasus hukum.

Kasi Pembinaan BKD Binjai, Hasan Basri mengatakan berdasarkan UU nomer lima tahun 2014 dan PP 11 tahun 2017 mengenai ASN, pegawai negeri yang berstatus tersangka, SKPD tempatnya bekerja akan mengajukan pemberhentian sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. "Namun ASN akan dipecat bila sudah memiliki kekuatan hukum tetap dengan vonis paling singkat dua tahun," katanya.

Namun, ASN yang bersatus tersangka akan lansung dinonaktifkan bila kejaksaan menyerahkan surat penahanan terhadap ASN. Berdasarkan infomasi, Cipta sudah sepekan tidak masuk kerja, sehari sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (6/11/2017) lalu.

Sebelumnya, Kejari Binjai menetapkan tujuh tersangka dalam kasus korupsi Alkes 2012, mereka yakni mantan Direktur RSUD Djoelham Mahim Siregar, Pejabat Pembuat Komitment, Suriyana,  Unit Layanan Pengadaan RSUD Djoelham, Cipta, Ketua Pokja Pengadaan Barang dan Jasa, Suhadi Winata,  Kepala Cabang Kimia Farma Medan tahun 2012, Budi Asmono, Direktur PT Mesarinda Abadi, Teddy dan Direktur Petan Daya Medica Feronica. Dari tujuh tersangka, Tiga di antaranya ASN yakni, Cipta, Suriyani dan Suhadi Winata.

Kasubbag Tata Usaha Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana kota Binjai, Horlean mengatakan, tersangka kasus Alkes RSUD Djoelham, Cipta, sudah bertugas di dinas tersebut sekitar satu tahun.

"Setelah pindah dari administrasi program sekretariat kota Binjai, pak Cipta pindah ke dinas ini. Sudah sekitar satu tahunlah," katanya, Selasa (14/11/2017).

Dia mengatakan, tidak mengetahui status Cipta yang menjadi tersangka kasus korupsi kasus Alkes RSUD Djoelham 2012. "Saya tidak terlalu mengerti kasusnya," katanya lewat sambungan telpon.

Namun, katanya, paska ditetapkan menjadi tersangka kasus Alkes, Cipta jarang terlihat. Cipta juga tidak terlihat masuk kantor pada hari Senin. "Semalam tidak terlihat di kantor. Kalau pekan lalu saya sempat lihat," katanya.

Dia mengaku tidak mendapatkan informasi mengenai alasan Cipta tidak masuk kerja, baik lisan atau pun tulisan. "Tidak ada ada pemberitahuan baik surat atau lisan," katanya. ***

Keterangan photo .di Ruang BKD kota binjai