Jumat, 24 May 2019

Terkait Insiden Silangkitang

MPP-PLPI Keluarkan Pernyataan Sikap


# rijam, medan

Suara ledakan yang semula diangggap warga menyerupai ledakan ban mobil yang dibarengi kepulan asap dari areal PT. Sarulla Operation Limitid (SOL) terdengar hingga radius kurang lebih 3 kilo meter tersebut membuat warga panik.

Kepanikan semakin memuncak sehingga memaksa warga untuk melakukan protes dengan mendatangi sumber ledakan tatkala suara bising yang ditimbulkannya tak kunjung padam hingga 30 menit berselang.

Namun sayang, warga yang melakukan protes terhadap pekerja PT. SOL terprovokasi dan melakukan tindakan anarkis. Imbasnya, sekitar 37 orang warga diamankan dan setelah melalui rangkaian proses pemeriksaan, akhirnya pihak penyidik Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Utara menetapkan puluhan orang sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan.
Sehubungan dengan hal itu, Majelis Pimpinan Pusat Parsadaan Luat Pahae Indonesia (MPP - PLPI) mengeluarkan pernyataan sikpanya. "Sehubungan dengan insiden Silangkitang yang akhirnya telah memosisikan sejumlah orang menjadi tersangka dengan tuduhan yang diatur dalam Pasal 363 ayat (1) sub 170 sub 406 dan 351 ayat (1), maka Majelis Pimpinan Pusat Parsadaan Luat Pahae Indonesia (PLPI) dengan ini menyatakan sikap," kata Ketua MPP - PLPI dr. Hulman Sitompul Sp.OG melalui sekretaris umumnya, Drs. Shohibul Anshor Siregar Msi, di Medan, Kamis, (20/10). Naskah pernyataan sikap tersebut, sambung Shohib, juga mereka serahkan langsung ke Wakil Direktur Kriminal Khusus (Wadir - Krimsus) Poldasu, AKBP Dr. Maruli Siahaan dan Dir Reskrim Poldasu. "Naskah pernyataan sikap tersebut juga kita serahkan langsung kepada Dir Reskrim dan Wadir Krimsus Poldasu ketika kita diterima di ruangan kerjanya secara terpisah di Mapoldasu, kemarin," terang Shohib sembari menambahkan mereka (Dir - Reskrim dan Wadir Krimsus) juga sama - sama bertelefon dengan Kapolres Taput. ***

 

 


Photo ; MPP - PLPI saat serahkan naskah pernyataan sikap kepada Wadir Krimsus Poldasu AKBP Maruli Siahaan