Rabu, 15 July 2020

Pembangunan Ruang Gubsu dan Ketua DPRD Mes Pemprov Jogja Dikorupsi

Periksa Kabiro Kapuat Syafruddin & Subandi


>> jack, medan

Patgulipat (permainan) uang rakyat untuk pembangunan Mes pemprov Sumut di Jalan Kaliurang Jogja, terendus. Proyek di bawah kendali Kepala Biro (Kabiro) Perlengkapan dan Perawatan (Kapuat) Pemprovsu Syafruddin Nasution ini, diduga menyalah.

Pantauan IMBC, hingga Jumat (18/1), proyek Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2012 tersebut meliputi pembangunan ruang Gubernur Sumut dan Ketua DPRD Sumut. Diduga proses tender proyek pembangunan mes Pemprov Sumut ditukangi.

Sumber layak dipercaya membeberkan, banyak kejanggalan dalam pengerjaan proyek tersebut.

Berdasarkan kontrak kerja, kata sumber, proses pemabangunan Mes Pemprov itu dimulai pada Tanggal 2 Agustus dan harus rampung pada Tanggal 2 November 2012.

“120 hari pembangunan proyek tersebut harus rampung. Tapi nyatanya hingga kini tidak selesai dikerjakan. Ini jelas pelanggaran kontrak kerja,” beber sumber.

Dia menjelaskan, awalnya proyek tersebut diawasi oleh supir honorer di Mes Pemprov Jogja bernama Ilyas.

Namun karena tidak selesai, diduga proyek tersebut berpindah tangan atas nama Subandi.

Komentar tajam bermuncalan. Elemen masyarakat mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut harus segera membongkar patgulipat pembangunan proyek Mes Pemprov Sumut tersebut.

“Kejati harus segera membongkar dugaan penyelewengan uang rakyat itu. Nilainya sangat besar Rp1,9 miliar,” kata Ketua Lembaga Kajian Masyarakat Marginal (LKMM) Muhammad, Jumat (18/1).

Muhammad menambahkan, orang-orang diduga terlibat dalam proses pengerjaan tersebut harus segera diperiksa Kejati Sumut.

“Kabiro Kapuat Syafruddin selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) harus bertanggungjawab. Demikian pula dengan Subandi. Kedua orang diduga terlibat ini harus segera diperiksa Kejati Sumut,” pinta Muhammad.

Dia juga berharap, Kejati Sumut segera menurunkan tim untuk menyelidiki dugaan korupsi pembangunan Mes Pemprov tersebut.

“Penyelidikan harus segera dilakukan. Jangan sampai barang bukti raib dilakukan orang-orang yang diduga terlibat. Kejati segera menurunkan tim,” harapnya.

Selain itu, Muhammad mendesak DPRD Sumut melakukan fungsi pengawasan terhadap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemprov Sumut termasuk Biro Kapuat.

Apalagi, anggota Dewan kerap melakukan perjalanan dinas. “Kan sering sekali melakukan perjalanan dinas. Harusnya kan diawasi. Jangan hanya diam melihat penyimpangan,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kabiro Kapuat Safruddin mengatakan anggaran untuk pembangunan proyek Mes Pemprov Sumut dijogja hanya sebesar Rp1,2 miliar.

“Nilainya hanya Rp1,2 miliar. Dan proyeknya sudah selesai dikerjakan,” katanya.

Pernyataan Syafruddin justeru berbeda dengan keterangan pemenang tender Subandi.

Subandi membantah jika anggaran proyek tersebut mencapai Rp1,9 miliar. Kata dia, tender yang dimenangkannnya hanya Rp1,1 miliar.

"Tidak benar itu sampai segitu. Pekerjaannya juga sudah mau selesai. Tinggal sedikit saja. Sesuai Kepres Nomor 70, kami dapat perpanjangan waktu 50 hari untuk menuntaskannya. Coba tanya saja ke Biro Kapwat Pemprov Sumut," katanya. ***