Selasa, 21 November 2017

Mengidap TBC, Tahanan Polres Binjai Meninggal Dunia


# lia, binjai

Tersangka Narkoba Arviandi alias Arvi (48) warga Jalan Kuini, Kelurahan Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat, yang masih berstatus sebagai tahanan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polres Binjai, dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II Medan, Rabu (1/11) sekitar pukul 06:00 WIB pagi.

Diketahui, Arvi meninggal dunia karena penyakit Tuberculosis (TBC) yang dideritanya. Hal itu sesuai dengan hasil pemerikasaan dr Putri, ketika Arvi di rawat di RSUD DR R.M Djoelham Kota Binjai, dimana sebelumnya Kaurdokkes Polres Binjai Dr. Suryani Sianipar memberikan petunjuk/rekomendasi agar Arvi di rawat di rumah sakit milik Pemko Binjai tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun terkait peristiwa meninggalnya salah seorang tahanan Polres Binjai tersebut, berawal pada  Minggu 29 Oktober 2017, Arvi mengalami sakit dan atas petunjuk/rekomendasi dari Kaurdokkes Polres Binjai Dr. Suryani Sianipar, dirujuk ke RSUD DR R.M Djoelham Kota Binjai. Setelah diperiksa oleh Dr. Putri, Arvi dikatakan mengidap penyakit Tuberculosis (TBC). Karena  rumah sakit milik Pemko Binjai tersebut tidak ada ruangan isolasi untuk penderita TBC, Arvi terpaksa dirujuk ke RS. Bhayangkara Tk. II Medan.Setelah mendapatkan perawatan medis selama tiga hari di RS. Bhayangkara Tk. II Medan, akhirnya Arvi menghembuskan nafas terakhirnya .

Berdasarkan surat keterangan kematian dari Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan No. Pol : SKT / 188 / XI / 2017 / RS / DISKOKKES tanggal 01 November 2017 menyatakan Arviandi alias Arvi, meninggal dunia dikarenakan mengidap penyakit pembengkakan jantung, infiltrasi pada paru kiri dan gula darah diatas normal dengan jumlah 391.

Selanjutnya, sekitar pukul 14:30 wib, Jenazah Arvi diserahkan kepada pihak keluarga dan diterima dengan baik dan pihak keluarga membuat surat pernyataan yang berisi permintaan untuk tidak dilakukan autopsi atas jenazah Arvi, yang ditanda tangani Andira Tri Nanda, Anak kandung  Arviariandi di atas matrai 6.000.

Sebelumnya, Arviandi  diamankan Satresnarkoba Polres Binjai pada 19 September 2017 kemarin, atas tindak pidana narkotika dengan barang bukti 2 paket sabu seberat 0,64 gram serta ganja kering sebanyak 2 paket seberat 2,61 gram, dan pada tanggal 22 September 2017, petugas mengeluarkan surat perintah penahanan terhadapnya.

Kapolres Binjai AKBP Mohammad Rendra Salipu SIK M.Si melalui Kasatres Narkoba Polres Binjai AKP Selamat Riadi Tambunan ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut, dan mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga Arviandi.

"Benar, salah satu tahanan kita ada yang meninggal dunia di RS. Bhayangkara Tk. II Medan, dan kita sudah berkoordinasi dengan pihak keluarganya, dan pihak keluarga juga sudah menerima peristiwa ini, sembari membuat surat pernyataan yang berisi permintaan agar jenazah Arvi tidak dioutopsi," ujar Selamat Riadi Tambunan. ***

Foto : Kasatres Narkoba Polres Binjai AKP Selamat Riadi Tambunan, saat menyerahkan jenazah Arvi kepada pihak keluarga. ***