Kamis, 25 April 2019

Kapal Patroli BC Amankan 28 Ekor Satwa Dilindungi


#hendrik-rompas, belawan

Kapal patroli BC Belawan 15035 saat berpatroli di perairan Belawan mengamankan 28 ekor burung asal Pspua dari atas kapal Tug Boat TB Kenari Jaya pada Sabtu 13 April 2019 bersama 9 orang ABK kapal tersebut.

Untuk pengusutan lebih lanjut 28 burung bersama ke 9 orang ABK (Anak Buah Kapal ) KM Kenari Jaya langsung dibawa kekantor Bea dan Cukai Belawan dan pada Senin 15 April 2019 kasusnya dipaparkan.

Dalam paparannya Kepala kantor KPPBC Tipe Madya Pabean Belawan,Hery mengatakan bahwa burung yang diamankan tersebut sebanyak 28 ekor dari atas kapal Tug Boat KM Kenari Jaya yang tidak dilindungi dokumen resmi.

Ke 28 ekor burung yang dilindungi tersebut oleh para ABK kapal disembunyikan didalam kamar dan disembunyikan didalam lobang .Burung tersebut antara lain 23 ekor  burung nuri Ambon,1 burung nuri kepala hitam dan 4 ekor burung Kakak Tua Jambul Kuning.

Ke 9 orang ABK kapal pembawa 28 ekor burung yang dilindungi tersebut kini dipersangkakan melanggar pasal 21 ayat 1 dan 2,pasal 40 ayat 2 Undang Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistem  dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 seratus juta rupiah.Pasal 31 ayat 1 Undang Undang nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan,ikan dan tumbuh tumbuhan dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp 150 juta rupiah.

Untuk menindaklanjuti dugaan pelanggalaran tersebut,Petugas unit pengawasan  KPPBC Tipe Madya Pabean Belawan telah berkordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara(BB KSDA Sumut) dan Balai Besar Karantina Pertanian Belawan serta melakukan serah terima barang bukti kepada BBKSDA Sumut berupa 28 ekor burung yang dilindungi dan ke 9 orang ABK kapal.

Secara ekonomis burung sebanyak 28 ekor tidak dapat dinilai secara materi karena tudak layak untuk diperdagangkan.Namun kerugian Imateril  yang paling besar dan tidak dinilai adalah musnahnya kelangsungan hidup  satwa satw liar asli yang hidup di Indonesia yang semestinya di lindungi dan dijaga kelestarianya bersama sama untuk generasi penerus Bangsa,kata Hery.

 

Hadir dalam paparan tersebut seluruh intansi terkait di Sumatera Utara dan Belawan. ***

Foto Burung yang disita. (*)